Amerika Serikat telah menyerang sebuah jembatan rel strategis di Iran utara, menurut badan semi-resmi Iran Fars News Agency, menandai hari kedua berturut-turut serangan yang kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kerangka gencatan senjata baru-baru ini dengan Tehran telah berakhir.
Serangan rudal jelajah yang dilaporkan pada hari Kamis menargetkan jembatan rel Ogtay Khan di provinsi Golestan, sebuah titik kunci pada koridor rel yang menghubungkan Iran dengan China dan Turkmenistan, kata Fars.
Serangan itu terjadi ketika Iran menangguhkan layanan kereta penumpang antara Teheran dan kota Mashhad di timur laut menyusul apa yang dilaporkan secara lokal sebagai serangan AS-Israel terhadap sebagian jaringan rel.
Koridor strategis terserang di tengah konflik yang kembali memanas
Fars menggambarkan jembatan Ogtay Khan sebagai jalur transportasi strategis yang menghubungkan Iran ke rute perdagangan regional utama yang melibatkan China dan Rusia.
Perkeretaapian negara Iran mengatakan tim perbaikan telah dikirim ke area yang rusak dan bahwa penumpang yang terdampak gangguan akan diangkut melalui jalan darat ke Mashhad.
Serangan yang dilaporkan menambah tekanan pada infrastruktur transportasi Iran seiring meningkatnya ketegangan militer antara Teheran dan Washington.
Serangan AS menargetkan ancaman di Selat Hormuz
Komando Pusat militer AS mengatakan pasukan Amerika melakukan serangan tambahan terhadap Iran yang bertujuan mengurangi kemampuan Teheran untuk mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz, jalur energi global yang penting.
Konfrontasi yang kembali terjadi ini mengikuti sebuah kesepakatan kerangka pada 17 Juni yang dimediasi oleh Pakistan antara Iran dan Amerika Serikat, yang dimaksudkan untuk menghentikan permusuhan dan membuka jalan menuju kesepakatan damai jangka lebih panjang.
Namun, Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa kesepakatan itu 'berakhir', yang secara efektif mengakhiri jeda dalam pertempuran dan memicu eskalasi baru antara kedua belah pihak.


























