Sebanyak 22 korban selamat KM Virgo Transport 8 berhasil dipindahkan dari KRI Nala ke Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menggunakan kapal Rigid Bouyancy Boat (RBB) milik Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin pada Selasa (15/9).
Evakuasi dilakukan dalam dua kali perjalanan setelah pemindahan yang direncanakan pada Senin (14/9) ditunda akibat gelombang tinggi dan kondisi laut yang kurang aman.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin serta SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana, mengatakan seluruh 22 korban selamat selama proses pemindahan.
Perjalanan pertama membawa 16 laki-laki dan tiba sekitar pukul 09.45 WITA, sedangkan perjalanan kedua membawa enam korban, terdiri atas satu perempuan dan lima laki-laki. Seluruhnya menjalani pemeriksaan medis awal setelah tiba di daratan.
“Jumlah korban yang berhasil dievakuasi dari KRI Nala di laut lokasi pencarian, berjumlah 22 orang. Keseluruhan 22 korban yang dipindahkan menggunakan RBB Lanal Banjarmasin, telah berhasil dibawa menuju daratan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai kondisi masing-masing,” ujar Sudayana.
Korban yang terluka atau membutuhkan perawatan akan menjalani triase di rumah sakit untuk menentukan tingkat kegawatan dan prioritas penanganan. Transfer dilanjutkan pada Selasa pagi setelah cuaca membaik dan kondisi alun di Muara Barito relatif lebih landai.
Operasi pencarian berlanjut
Hingga Selasa (15/9) pukul 09.00 WITA, Basarnas mencatat 114 orang telah ditemukan dari total 243 penumpang, terdiri atas 108 korban selamat dan enam meninggal dunia. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Dari 114 korban yang ditemukan, 110 telah tiba di Banjarmasin, yakni 108 korban selamat dan dua korban meninggal. Empat korban meninggal lainnya masih dievakuasi menggunakan armada udara.
Pada hari ketiga pencarian, operasi masih terkendala kondisi laut dengan gelombang 1,75 hingga 2,5 meter. Tim SAR sementara melakukan pencarian dari udara dan permukaan laut. Pencarian akan diperluas ke bawah laut dengan melibatkan penyelam khusus TNI AL dan Basarnas yang mampu mencapai kedalaman lebih dari 100 meter.
TNI AL juga akan mengerahkan kapal Canopus yang dilengkapi drone bawah air, multibeam echo-sounder, dan remotely operated vehicle (ROV) untuk mendeteksi serta memeriksa posisi kapal dan kemungkinan korban.
Kapal saat ini berada di kedalaman sekitar 30 meter dan otoritas mempertimbangkan kemungkinan mengangkatnya ke permukaan.
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Pada hari ketiga pencarian, sekitar 1.100 personel penjaga pantai dan TNI AL dikerahkan bersama 10 pesawat dan helikopter serta 17 kapal.






















