Australia elak desakan tangkap presiden Israel yang tengah berkunjung
Pemerintah Australia menghadapi tekanan besar terkait undangan kepada Presiden Israel Isaac Herzog, sementara pengacara HAM yang berafiliasi dengan PBB mendesak penangkapannya dan kelompok pro-Palestina merencanakan aksi protes jelang kunjungan.
Pemerintah Australia pada hari Kamis mengelak dari desakan penangkapan Presiden Israel Isaac Herzog saat ia mengunjungi negara tersebut untuk memberikan penghormatan kepada para korban penembakan massal di Pantai Bondi.
Herzog telah diundang dalam kunjungan empat hari mulai Senin mendatang untuk bertemu dengan komunitas Yahudi setelah serangan pada festival Hanukkah di Sydney tanggal 14 Desember lalu menewaskan 15 orang.
"Ia seharusnya ditangkap jika datang," ujar pengacara hak asasi manusia Chris Sidoti, yang merupakan anggota Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB untuk mengusut pelanggaran HAM di Israel dan wilayah Palestina.
Sidoti secara terbuka menyerukan agar undangan terhadap Herzog ditarik kembali, atau dilakukan penangkapan terhadapnya saat tiba di lokasi.
Perdana Menteri Anthony Albanese telah membuat "kesalahan konyol" dengan mengundang kepala negara Israel tersebut, ujar pengacara HAM itu kepada AFP.
"Itu adalah keputusan yang salah, dan harus dibatalkan sebelum terlambat."
Saat ditanya mengenai desakan penangkapan Herzog, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menyatakan bahwa ia diundang oleh pemerintah sesuai dengan keinginan komunitas Yahudi.
"Presiden Herzog diundang ke Australia untuk menghormati para korban Bondi serta untuk mendampingi dan memberikan dukungan kepada komunitas Yahudi Australia setelah serangan teroris di tanah air sendiri yang terburuk yang pernah kita saksikan," tuturnya.
Aktivis pro-Palestina telah menyerukan aksi protes di seluruh negeri terhadap kunjungan Herzog, termasuk di Sydney, di mana pihak kepolisian telah menolak untuk memberikan izin demonstrasi berdasarkan wewenang baru yang diberikan pascaserangan Bondi.
Kepolisian federal Australia pada hari Kamis menyatakan bahwa seorang pria berusia 19 tahun asal Sydney telah didakwa atas tuduhan melontarkan "ancaman pembunuhan" secara daring terhadap kepala negara asing.
Polisi menolak untuk mengonfirmasi laporan media lokal yang menyebutkan bahwa Herzog merupakan target ancaman tersebut.