DUNIA
2 menit membaca
Pertamina perkuat pasokan LPG nasional, kapal PG1 bawa 45,9 ribu ton gas dari AS
Kapal Pertamina Gas 1 membawa 45,9 ribu metrik ton LPG dari Texas, AS, untuk memperkuat pasokan energi Indonesia. Muatan setara 15,2 juta tabung LPG 3 kg itu akan didistribusikan setelah dibongkar di Banten dan Aceh.
Pertamina perkuat pasokan LPG nasional, kapal PG1 bawa 45,9 ribu ton gas dari AS
Kapal Pertamina Gas 1 yang membawa 45,9 ribu metrik ton LPG dari Texas, AS. /Foto: Pertamina

Penguatan pasokan energi Indonesia kembali dilakukan dengan tibanya kapal LPG Pertamina Gas 1 (PG1) yang mengangkut muatan dari Amerika Serikat. Kapal tersebut membawa sekitar 45,9 ribu metrik ton LPG dari Freeport, Texas, sebagai bagian dari strategi menjaga ketersediaan energi domestik.

Kargo yang dibawa terdiri atas sekitar 23 ribu metrik ton propane dan 22,8 ribu metrik ton butane, setara dengan sekitar 15,2 juta tabung LPG ukuran 3 kilogram. Setelah bersandar, sekitar 26 ribu metrik ton dibongkar di Terminal LPG Sekong, Banten, sementara sisanya sekitar 19,9 ribu metrik ton dialokasikan ke Terminal LPG Arun, Aceh.

Menurut VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, pengiriman ini menjadi bukti upaya perusahaan dalam menjamin keandalan pasokan energi. “Kedatangan Pertamina Gas 1 menjadi wujud nyata komitmen kami dalam memastikan pasokan LPG tetap tersedia secara aman, andal, dan berkelanjutan,” ujarnya.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia alihkan sumber impor LPG dari Timur Tengah ke AS dan Australia

Ia menambahkan, penguatan rantai pasok dari berbagai sumber global dilakukan untuk memastikan distribusi LPG tetap lancar. 

“Setiap mata rantai pasok, mulai dari pengadaan hingga distribusi, kami jaga tetap terintegrasi agar kebutuhan energi masyarakat dan sektor produktif terpenuhi,” kata Kitty.

PG1 berlayar dari Texas sejak 29 Mei 2026 dan menempuh perjalanan lintas samudra dengan standar keselamatan tinggi. Setibanya di Indonesia, muatan tersebut akan memperkuat cadangan nasional sebelum disalurkan melalui jaringan distribusi Pertamina.

Sebagai subholding hilir, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus mengoptimalkan sistem logistik energi, termasuk pengadaan internasional, armada pengangkutan, fasilitas terminal, serta jaringan distribusi, guna menjaga ketahanan energi nasional dan kestabilan pasokan bagi masyarakat.

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi