BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Rupiah melemah, kurs jual dolar AS di bank tembus hingga Rp18.010
Rupiah kembali tertekan pada perdagangan Selasa (2/6), dengan kurs jual dolar AS di sejumlah bank nasional mencapai Rp18.010. Tekanan dipengaruhi sentimen global dan ekspektasi pelemahan lanjutan.
Rupiah melemah, kurs jual dolar AS di bank tembus hingga Rp18.010
Rupiah melemah, kurs jual dolar AS di bank tembus hingga Rp18.010. / Arsip AP

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot, Selasa (2/6/2026). Kondisi ini turut mendorong sejumlah bank nasional menetapkan kurs jual dolar AS hingga Rp18.010.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah berada di level Rp17.886 per dolar AS pada pukul 10.05 WIB, melemah 81 poin atau 0,45 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pengamat mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut. Ia menyebut rupiah berpotensi bergerak menuju level Rp18.150 per dolar AS di tengah dominasi sentimen global.

“Rupiah ini kemungkinan dalam perdagangan besok… kemungkinan besar akan kembali mengalami pelemahan,” ujarnya, dikutip dari Kompas.

Ia menilai sentimen penguatan rupiah dari kebijakan devisa hasil ekspor (DHE SDA) hanya bersifat sementara. Pasar, kata dia, masih fokus pada perkembangan geopolitik, termasuk hubungan Amerika Serikat dan Iran serta pernyataan politik Donald Trump terkait wacana gencatan senjata.

Sebelumnya, rupiah sempat menguat pada perdagangan Senin (1/6) ke level Rp17.805 per dolar AS, sebelum kembali tertekan. Dibandingkan 26 Mei 2026, rupiah juga melemah dari posisi Rp17.789 per dolar AS.

Di pasar perbankan, tekanan nilai tukar terlihat dari tingginya kurs jual dolar AS di sejumlah bank nasional. Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat kurs jual Rp17.990 dan kurs beli Rp17.788.

Bank Tabungan Negara (BTN) menjadi yang tertinggi dengan kurs jual Rp18.010 dan kurs beli Rp17.760. Bank Mandiri mematok kurs jual Rp17.940 dan kurs beli Rp17.640.

Sementara itu, Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat kurs jual Rp17.895 dan kurs beli Rp17.875. CIMB Niaga berada di level Rp17.889 (jual) dan Rp17.874 (beli), sedangkan Bank Central Asia (BCA) di Rp17.940 (jual) dan Rp17.690 (beli). Bank Permata mencatat kurs jual Rp17.940 dan kurs beli Rp17.755.

Kurs jual merupakan harga ketika bank menjual dolar AS kepada nasabah, sedangkan kurs beli adalah harga ketika bank membeli dolar dari masyarakat.

TerkaitRupiah terus melemah ke level all-time low, masyarakat keluhkan dampaknya - TRT Indonesia - TRT Indonesia
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Prabowo–Macron luncurkan dewan bisnis RI–Prancis, kesepakatan capai $3,5 miliar
Pertamina Patra Niaga turunkan harga avtur hingga 10 persen per hari ini
Pemerintah siapkan DSI jadi pintu tunggal ekspor komoditas strategis, berlaku mulai 1 Juni
Malaysia berlakukan larangan media sosial untuk usia di bawah 16 tahun secara nasional
Pertamina EP temukan cadangan migas baru di Musi Banyuasin berkapasitas 1.857 BOPD
Pembentukan DSI memicu kegelisahan di sektor pertambangan Indonesia: Laporan
Jelang Iduladha 2026, harga cabai hingga daging sapi di Jakarta mulai naik
China luncurkan misi Shenzhou-23, astronaut akan tinggal setahun di orbit demi target ke Bulan
Indonesia, Singapura perluas kolaborasi strategis di sektor ekonomi dan teknologi
PGN siap serap LNG Blok Masela untuk perkuat pasokan energi nasional
OJK revisi aturan bursa karbon demi dorong transaksi pasar
Danantara bentuk DSI untuk atur perdagangan komoditas strategis
Bank Indonesia perluas opsi mata uang devisa ekspor selain dolar AS
Industri migas Indonesia catat penggunaan produk lokal US$1,5 miliar hingga April 2026
Kementerian ESDM resmi tawarkan investasi 13 wilayah kerja migas di IPA Convex 2026
SpaceX milik Elon Musk siap gelar IPO besar-besaran, bidik valuasi Rp28 kuadriliun
Pasar Indonesia tertekan, Singapura maju sebagai pasar saham terbesar ASEAN
Prabowo targetkan Rupiah 2027 di Rp16.800–17.500, siapkan kebijakan untuk redam tekanan
BI naikkan suku bunga acuan jadi 5,25 persen untuk jaga rupiah
Sektor perbankan siap hadapi potensi kenaikan suku bunga di tengah tekanan Rupiah