BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
IHSG memimpin penguatan di Asia Tenggara, nilai tukar rupiah tertekan penguatan dolar
IHSG melonjak 0,5 persen dan memimpin penguatan di Asia Tenggara disokong saham bank besar. Namun, rupiah melemah hingga menembus Rp18.000 per dolar AS dipicu kebangkitan mata uang AS dan tantangan global.
IHSG memimpin penguatan di Asia Tenggara, nilai tukar rupiah tertekan penguatan dolar
Pria melihat ponsel di depan layar IHSG yang anjlok saat pembukaan pasar di BEI Jakarta. (AFP)

Pasar saham Indonesia mencatatkan kinerja terbaik di kawasan Asia Tenggara pada perdagangan Selasa (4/8). Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ini terjadi di tengah langkah Bank Indonesia mendorong penyaluran kredit perbankan, meski pergerakan nilai tukar rupiah masih membentang tekanan akibat pemulihan indeks dolar AS.

IHSG menguat 0,5 persen dan menyentuh level tertinggi dalam dua pekan terakhir. Kenaikan indeks saham domestik ini salah satunya ditopang oleh lonjakan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik hingga 1,2 persen.

Pergerakan positif bursa saham terjadi usai Bank Indonesia menguraikan fokus kebijakannya untuk mendorong penyaluran kredit oleh perbankan nasional. BI sebelumnya memangkas Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 200 basis poin bagi bank-bank tertentu yang mulai berlaku 1 September mendatang. Kebijakan ini dirancang agar bank tidak menempatkan dana likuiditas berlebih di surat berharga BI, melainkan mengalirkannya ke sektor riil.

Berbanding terbalik dengan pasar saham, nilai tukar rupiah justru mengalami penekanan. Pergerakan rupiah merosot hingga melewati level psikologis Rp18.000 per dolar AS, menjadikannya salah satu mata uang dengan kinerja terlemah di Asia.

Analisis mata uang dari OCBC, Christopher Wong, menilai bahwa kondisi eksternal masih menjadi tantangan berat bagi pergerakan rupiah.

"Kondisi eksternal tetap menantang akibat tingginya harga minyak dunia, suku bunga AS yang bertahan di level tinggi, serta sensitivitas rupiah terhadap aliran modal portofolio," ujar Wong.

Selain sentimen domestik, dinamika pasar finansial Asia juga dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta fluktuasi harga energi global yang memicu kehati-hatian investor.

Di kawasan regional, bursa saham Malaysia (KLSE) mencatatkan kenaikan 0,3 persen, sementara bursa Filipina (PSI) dan Taiwan (TWII) masing-masing melemah 0,4 persen dan 0,5 persen.

TerkaitTRT Indonesia - IHSG naik ke level 6.216, pasar soroti dampak putusan MK terkait MBG
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Pemerintah tunda penerapan pajak e-commerce hingga November 2026
China luncurkan dua satelit AI, Lampung-1 perkuat kerja sama antariksa dengan Indonesia
Indonesia batasi lima juta akun anak di platform digital melalui PP Tunas
CoreWeave ekspansi ke Indonesia, bangun pusat data AI pertama di kawasan Asia-Pasifik
Pemerintah siapkan stimulus kendaraan listrik, dorong insentif motor listrik dan pembebasan PPN
OJK tegaskan komitmen reformasi pasar modal di hadapan investor global
Ekspor Indonesia naik 4,13 persen, lonjakan nikel perkuat industri pengolahan
Perdagangan defisit $450 juta, tekanan eksternal masih membayangi ekonomi Indonesia
Indonesia dan Maroko tingkatkan hubungan ekonomi, nilai perdagangan melonjak tajam
BPDP Kemenkeu sebut 80 persen ekspor sawit Indonesia kini didominasi produk hilir
IHSG naik ke level 6.216, pasar soroti dampak putusan MK terkait MBG
Indonesia dan Australia perkuat kerja sama perdagangan kayu legal dan kelestarian hutan
INA duduki posisi kedua Asia pada GSR 2026, dorong kepercayaan investor global ke Indonesia
Investor China lirik Banten untuk pusat data dan teknologi, Pemprov jamin infrastruktur
Indonesia simpan potensi energi terbarukan 3.687 GW, pemerintah dorong percepatan transisi bersih
Pemerintah perketat impor gula rafinasi demi lindungi petani lokal dan kejar swasembada
Krakatau Steel dan SAIL India gandeng investasi $350 juta untuk pabrik baja nikel di Indonesia
Indonesia–Korea Business Forum 2026 perkuat investasi industri strategis
Danantara catat devisa DSI tembus $12 miliar di tengah reformasi tata kelola ekspor SDA
Pemerintah siapkan skema insentif EV untuk perkuat industri domestik