ASIA
2 menit membaca
TNI sita senjata api milik OPM usai gerebek persembunyian di Intan Jaya
Pasukan TNI dari Komando Operasi Habema menyita senjata api, amunisi, hingga bendera Bintang Kejora usai menggerebek tempat persembunyian kelompok OPM di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
TNI sita senjata api milik OPM usai gerebek persembunyian di Intan Jaya
TNI menyita revolver dan senjata api rakitan milik TPNPB-OPM di Intan Jaya, Papua Tengah. Foto: Koops TNI Habema

Aparat militer Indonesia kembali mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata di wilayah timur Tanah Air. Pasukan TNI yang tergabung dalam Komando Operasi Habema berhasil mengamankan sejumlah persenjataan milik Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) melalui sebuah operasi senyap di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Juru Bicara Komando Operasi Habema, Letkol M. Wirya Arthadiguna, mengungkapkan bahwa penyitaan tersebut berawal dari patroli keamanan yang digelar oleh aparat di Desa Gamagai, Kecamatan Ugimba.

Patroli malam dan pantauan udara

Di tengah kondisi geografis yang terjal, suhu dingin ekstrem, serta gelapnya malam, prajurit tetap bersiaga dan mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan dari kelompok separatis tersebut.

"Suara gonggongan anjing dan sorotan senter di dekat sungai menjadi petunjuk awal, yang kemudian kami tindaklanjuti melalui pantauan udara menggunakan drone," jelas Wirya melalui keterangan resminya pada Sabtu.

Dari hasil pengawasan udara, termonitor pergerakan tiga orang yang menyusuri pinggiran sungai ke arah Kecamatan Ugimba. Ketiganya kemudian berhenti di sebuah honai—rumah adat khas Papua—yang diduga kuat dialihfungsikan sebagai pos persembunyian sementara.

Merespons temuan intelijen tersebut, laporan langsung diteruskan melalui rantai komando. Pasukan tambahan dari pos taktis Gamagai segera dikerahkan secara terukur untuk menyergap lokasi.

Penyitaan senjata dan barang bukti

Penggerebekan berlangsung pada Sabtu dini hari. Menyadari kedatangan aparat keamanan, para anggota OPM yang berada di lokasi langsung melarikan diri ke arah hutan dan dataran tinggi menuju Desa Kulapa.

Usai mengamankan area honai, pasukan TNI menggeledah lokasi dan menyita berbagai barang bukti krusial. Di antaranya adalah satu pucuk pistol revolver, satu senjata api rakitan, tujuh butir amunisi, satu kotak peluru senapan angin, serta sebuah busur beserta lima anak panah. Aparat juga mengamankan dua tas rajut noken, bendera Bintang Kejora, sebuah senter, dan sembilan buah baterai.

Wirya menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini membuktikan ketangguhan fisik dan mental prajurit di tengah menantangnya medan alam Papua.

"Pasukan Habema akan terus melaksanakan operasi secara selektif, terukur, dan profesional dengan tetap mengedepankan keselamatan masyarakat dalam menjaga keamanan di Papua," tutupnya.

TerkaitTRT Indonesia - TNI evakuasi jenazah pilot AS setelah pesawatnya dibakar kelompok separatis Papua
SUMBER:TRT Indonesia