DUNIA
2 menit membaca
Blok Afrika Barat ECOWAS mengutuk serangan 'biadab' di Benin
Pemerintah Benin pada 23 April mengatakan bahwa militan yang diduga bertanggung jawab telah membunuh 54 tentara pada minggu sebelumnya dalam serangan terhadap pos-pos militer di taman nasional Benin.
00:00
Blok Afrika Barat ECOWAS mengutuk serangan 'biadab' di Benin
Juru bicara pemerintah Wilfried Leandre Houngbedji memberikan jumlah korban baru akibat serangan 17 April di taman nasional W di Benin utara, dekat perbatasan dengan Burkina Faso dan Niger. / AFP
25 April 2025

Blok regional Afrika Barat, ECOWAS, mengutuk serangan oleh tersangka militan yang menewaskan 54 tentara di wilayah utara Benin sebagai "tindakan biadab dan pengecut".

Setelah sebelumnya pihak berwenang melaporkan jumlah korban tewas sebanyak delapan tentara, pemerintah Benin pada hari Rabu menyatakan bahwa tersangka militan telah menewaskan 54 tentara pekan lalu dalam serangan terhadap pos militer di sebuah taman nasional di Benin.

Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) "mengutuk dengan sekeras-kerasnya tindakan biadab dan pengecut ini, yang sekali lagi bertujuan untuk menyebarkan teror dan mengacaukan negara-negara anggota kami," demikian pernyataan yang dirilis pada hari Kamis.

Serangan teroris yang "keji" ini menyebabkan "hilangnya nyawa dan melukai beberapa orang," tambah pernyataan tersebut, tanpa memberikan angka pasti.

Serangan pada 17 April itu diklaim oleh kelompok yang berafiliasi dengan Al Qaeda, yang menyatakan telah membunuh 70 tentara Benin.

Jumlah korban resmi sebanyak 54 orang tewas menjadikan serangan ini sebagai serangan paling mematikan yang dikonfirmasi oleh pihak berwenang Benin sejak peningkatan serangan terhadap basis militer baru-baru ini.

TerkaitTRT Global - Serangan bersenjata menewaskan lebih dari 50 tentara di Benin

Pemerintah Benin sering menyalahkan serangan semacam itu pada militan ekstremis yang berusaha memperluas jangkauan mereka dari negara tetangga Burkina Faso dan Niger.

Kedua negara tersebut telah terlibat konflik dengan militan yang berafiliasi dengan Daesh atau Al Qaeda selama lebih dari satu dekade.

Benin mengerahkan hampir 3.000 tentara untuk mengamankan perbatasannya pada Januari 2022. Kemudian, tambahan 5.000 tentara dikirim untuk memperkuat keamanan di wilayah utara.

Sebanyak 28 tentara Benin tewas di dekat perbatasan antara Benin, Niger, dan Burkina Faso pada Januari dalam serangan yang juga diklaim oleh kelompok JNIM.

SUMBER:AFP