IKLIM
2 menit membaca
Kabut asap pekat selimuti Palangka Raya, kasus ISPA di Indonesia tembus 283 ribu
Data pemantauan kualitas udara menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) mencapai 217, masuk kategori sangat tidak sehat. Kabut asap karhutla di Indonesia meluas hingga Timor-Leste dan menyebabkan pemerintah setempat menutup sekolah.
Kabut asap pekat selimuti Palangka Raya, kasus ISPA di Indonesia tembus 283 ribu
Kualitas udara Palangkaraya telah berada dalam kategori berbahaya selama 37 hari berturut-turut. / Reuters

Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia terus mengancam kesehatan masyarakat, dengan jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mencapai 283.270 kasus di wilayah terdampak kabut asap. Sementara itu, polusi udara yang menyebar hingga Timor-Leste mendorong pemerintah negara tersebut menutup sekolah selama tiga hari mulai Kamis (15/10).

Pejabat Kementerian Kesehatan Indonesia, Then Suyanti, menyampaikan bahwa jumlah tersebut merupakan akumulasi kasus yang tercatat pada 18 Agustus hingga 13 Oktober. Indonesia masih berupaya mengendalikan kebakaran yang menghasilkan asap berbahaya hingga melintasi perbatasan negara.

Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kabut asap pekat juga masih menyelimuti kota tersebut. Data pemantauan kualitas udara pada Kamis (15/10) pukul 11.00 menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) mencapai 217, masuk kategori sangat tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 141,9 mikrogram per meter kubik.

Laporan lokal pada Rabu (14/10) menyebutkan bahwa kualitas udara Palangka Raya telah berada dalam kategori berbahaya selama 37 hari berturut-turut. Tebalnya asap bahkan membuat suasana pada siang hari tampak gelap.

Partikel PM2.5 berukuran kurang dari 2,5 mikron sehingga dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan mencapai aliran darah melalui sistem pernapasan. Paparan polutan tersebut meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama ketika masyarakat terus terpapar asap dalam waktu lama.

Dashboard Karhutla Kota Palangka Raya mencatat sekitar 534 titik panas di wilayah kota, sedangkan jumlahnya di seluruh Kalimantan Tengah mencapai 8.805 titik. Data indeks kualitas udara harian juga menunjukkan Palangka Raya terus berada dalam kategori berbahaya sejak 8 September 2026.

Sekolah di Timor-Leste ditutup sementara

Dampak asap juga dirasakan di Timor-Leste. Pemerintah negara tersebut mengumumkan penutupan sekolah selama tiga hari untuk melindungi siswa, guru, dan tenaga pendidikan dari paparan polusi yang terbawa dari kebakaran di Indonesia.

Pemerintah turut mengimbau keluarga menjaga anak-anak tetap berada di dalam rumah dan mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar.

Di ibu kota Dili, langit tampak kekuningan pada Kamis, sementara sebagian besar warga yang beraktivitas di luar rumah mengenakan masker. Warga menyambut keputusan penutupan sekolah tersebut, meskipun beberapa di antaranya menyebut kualitas udara sempat memburuk pada awal pekan.

Kebakaran hutan dan lahan merupakan masalah berulang di Indonesia selama musim kemarau. Namun, kebakaran tahun ini dilaporkan semakin parah akibat fenomena El Niño kuat yang memicu kekeringan. 

Api telah melahap ratusan ribu hektare hutan dan perkebunan di Sumatra, Kalimantan, dan Papua, sementara pencemaran udara turut memengaruhi Malaysia, Singapura, Filipina, serta Timor-Leste.

TerkaitTRT Indonesia - Atasi kabut asap parah, Prabowo perintahkan penambahan pengerahan armada karhutla

SUMBER:TRT Indonesia