DUNIA
3 menit membaca
AS dan Indonesia perkuat kerja sama pengelolaan kualitas air di sektor pertambangan
Melalui program AWEP, pakar lingkungan dari Amerika Serikat dan lintas instansi Indonesia berkolaborasi membenahi tata kelola air dan pemantauan lingkungan di wilayah lingkar tambang.
AS dan Indonesia perkuat kerja sama pengelolaan kualitas air di sektor pertambangan
AWEP menggelar diskusi panel di @america, Jakarta, tentang solusi air AS-Indonesia untuk pertambangan bertanggung jawab. Foto: Kedubes AS di Jakarta

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta bersama Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru saja menuntaskan program pertukaran teknis selama sembilan hari.

Program ini difokuskan pada peningkatan kualitas air dan pemantauan lingkungan di sektor industri pertambangan tanah air.

Dalam program bertajuk Ambassador Water Expert Program (AWEP) yang berlangsung pada 8 hingga 18 Juni 2026 tersebut, AS mendatangkan Steven Rice, seorang pakar sistem air dari National Park Service di bawah Departemen Dalam Negeri AS.

Kedatangannya bertujuan untuk berbagi keahlian serta memperkuat sinergi teknis dengan para mitra lokal di Indonesia.

Melalui keterangan resmi yang dirilis Kedutaan Besar AS pada Minggu (28/6), program pertukaran ini membuka ruang bagi kedua negara untuk saling belajar dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya air di wilayah-wilayah pertambangan.

Selama kunjungan tersebut, delegasi melakukan peninjauan lapangan langsung ke Lombok dan Sumbawa Barat. Langkah ini diambil demi mengamati praktik manajemen air di area lingkar tambang secara nyata.

Agenda ini diisi dengan diskusi teknis mendalam mengenai parameter kualitas air, metode pengolahan limbah air, hingga pengembangan infrastruktur yang disesuaikan dengan kondisi geografis serta lingkungan spesifik Indonesia.

Selain peninjauan lapangan, delegasi juga menggelar konsultasi teknis dengan pemangku kepentingan yang cukup luas, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, hingga pelaku industri.

Beberapa instansi yang terlibat di antaranya adalah Direktorat di Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian ESDM, Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta PT Amman Mineral.

Sektor akademis dan praktisi juga turut andil, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Mataram, Universitas Teknologi Sumbawa, Ecolab (Nalco Indonesia), dan Nexus 3.

Rangkaian program ini ditutup dengan lokakarya (workshop) di Jakarta yang mempertemukan pejabat pemerintah, akademisi, pakar, dan praktisi konservasi.

Para peserta membahas seluruh temuan dari kunjungan lapangan serta memetakan peluang kerja sama masa depan dalam pengelolaan kualitas air dan pembangunan infrastruktur pendukung industri tambang.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, AWEP juga menggelar diskusi panel di @america dengan tema “Innovation in Action: Water Solutions for the US and Indonesia Toward Responsible Mining”.

Diskusi ini menghadirkan jajaran pembicara ahli, termasuk Peneliti Utama BRIN Cynthia Henny, Senior Director Ecolab Tomy Suryatama, Asisten Profesor Teknik Air ITB Muhammad Sonny Abfertiawan, serta Steven Rice selaku pakar dari AS.

"Program pertukaran teknis ini mencerminkan kerja sama yang kokoh antara Amerika Serikat dan Indonesia dalam keahlian sistem air pertambangan," ujar Juru Bicara Kedutaan Besar AS, Jamie Ravetz, dalam pernyataan resminya, Jumat (26/6).

"Pakar kami menunjukkan keunggulan Amerika dalam pengelolaan lingkungan, sekaligus mendapatkan wawasan berharga dari pengalaman rekan-rekan di Indonesia yang mengelola infrastruktur air di wilayah penting ini," tutupnya.

SUMBER:TRT Indonesia