KONFLIK ISRAEL-IRAN
3 menit membaca
Trump dan Netanyahu berselisih soal masa depan perang Iran dalam percakapan telepon - laporan
Perdana Menteri Israel dilaporkan mendorong eskalasi perang, sementara Presiden AS bersikeras peluang kesepakatan diplomatik masih terbuka, menurut laporan media.
Trump dan Netanyahu berselisih soal masa depan perang Iran dalam percakapan telepon - laporan
Media AS melaporkan bahwa Trump dan Netanyahu berbeda pendapat mengenai langkah ke depan terkait Iran. (Foto: ARSIP) / AP

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terlibat percakapan telepon yang berlangsung tegang pada Selasa (19/5), yang menyoroti perbedaan besar mengenai cara menangani perang yang sedang berlangsung dengan Iran, menurut laporan media AS.

Percakapan itu terjadi setelah Trump memberi tahu Netanyahu dalam pembicaraan pada Minggu (17/5) bahwa dirinya tengah menyiapkan serangan terarah baru terhadap Iran pada awal pekan ini, operasi yang disebut-sebut akan diberi nama “Operation Sledgehammer”, menurut laporan sebelumnya dari CNN.

Namun, Trump kemudian mengumumkan pembatalan rencana serangan pada Selasa setelah adanya permintaan dari sejumlah sekutu utama di Teluk, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Dalam beberapa hari terakhir, negara-negara tersebut disebut terlibat upaya mediasi intensif bersama pejabat Gedung Putih dan Pakistan untuk menyusun kerangka baru bagi pembicaraan diplomatik, menurut sumber yang mengetahui proses diskusi tersebut.

Dalam percakapan selama satu jam pada Selasa, Netanyahu disebut mengatakan kepada Trump bahwa penundaan serangan merupakan sebuah kesalahan dan mendesaknya untuk tetap melanjutkan aksi militer sesuai rencana awal, menurut seorang pejabat AS dan sumber Israel.

“Perbedaannya sangat jelas. Trump ingin melihat apakah kesepakatan masih bisa dicapai, sementara Netanyahu mengharapkan hal lain,” kata seorang pejabat Israel kepada CNN.

Axios menjadi media pertama yang melaporkan adanya percakapan telepon yang berlangsung tegang tersebut.

Perbedaan Washington dan Tel Aviv

“Kami berada di tahap akhir terkait Iran. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi,” kata Trump kepada wartawan pada Rabu.

“Kami bisa mencapai kesepakatan atau melakukan sesuatu yang sedikit lebih keras. Tapi semoga itu tidak terjadi,” lanjutnya.

Netanyahu, yang selama ini konsisten mendorong pendekatan militer yang jauh lebih agresif terhadap Teheran, dilaporkan semakin frustrasi dengan penundaan tersebut karena dianggap hanya memperkuat posisi Iran.

Kekecewaan di lingkaran dalam Netanyahu juga disebut meningkat, dengan sejumlah pejabat senior Israel mendesak serangan baru dan menunjukkan kekesalan atas apa yang mereka sebut sebagai penundaan diplomatik dari Iran, menurut sumber Israel lain kepada CNN.

Ini bukan pertama kalinya muncul perbedaan pandangan antara Washington dan Tel Aviv.

Pejabat AS sebelumnya juga mengakui bahwa kedua sekutu tersebut tidak selalu memiliki tujuan yang sama terkait Iran.

Saat ditanya mengenai percakapannya dengan Netanyahu pada Rabu, Trump menegaskan kendalinya atas situasi tersebut.

“Dia akan melakukan apa pun yang saya ingin dia lakukan,” ujar Trump.

Sejauh ini Trump masih memilih jalur diplomatik dan menyebut perkembangan terkait Iran berada “di ambang keputusan”, serta mengatakan memberi ruang beberapa hari lagi untuk negosiasi dapat menyelamatkan nyawa banyak orang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu mengonfirmasi bahwa Teheran dan Washington masih terus bertukar pesan melalui jalur Pakistan.

Namun, perbedaan besar antara kedua pihak disebut masih tetap ada. Iran belum melunak terkait tuntutan utamanya, sementara isu program nuklir dan aset yang dibekukan juga masih belum terselesaikan hingga awal pekan ini, menurut sumber regional.

Trump juga tetap membuka opsi militer dan memperingatkan, “Jika kami tidak mendapatkan jawaban yang tepat, semuanya bisa bergerak sangat cepat. Kami semua siap bertindak.”

SUMBER:TRT World & Agencies