DUNIA
2 menit membaca
Jet tempur AS-Israel menyerang kapal Iran di Hormuz meski AS tahap akhir negosiasi dengan Tehran
Beberapa warga negara Iran' telah tewas dalam serangan tersebut, menurut kantor berita semi-resmi Iran, Fars.
Jet tempur AS-Israel menyerang kapal Iran di Hormuz meski AS tahap akhir negosiasi dengan Tehran
[ARSIP] Dua jet tempur F/A-18 Super Hornet lepas landas dari kapal induk AS USS Abraham Lincoln untuk menyerang Iran, 3 Maret 2026 / Reuters

Jet tempur AS dan Israel menyerang kapal-kapal Iran di selatan Pulau Larak Iran di Selat Hormuz, menewaskan "beberapa warga Iran," lapor kantor berita semi-resmi Iran, Fars, pada hari Selasa (26/5).

Meskipun kantor berita itu tidak mengonfirmasi jumlah pasti korban tewas, beberapa laporan media menyebut empat orang tewas dalam serangan tersebut.

Laporan tersebut muncul di tengah gencatan senjata yang sedang berlangsung dan meningkatnya upaya diplomatik untuk mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran secara permanen.

Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan sebuah kesepakatan untuk mengakhiri perang akan "membutuhkan beberapa hari" untuk difinalkan meskipun para pihak semakin mendekati kesepakatan mengenai bentuknya.

TerkaitTRT Indonesia - Rubio: Negosiasi AS-Iran akan menghasilkan sebuah terobosan 'mungkin hari ini'

"Saya pikir ada keselarasan dan kesepakatan yang kuat tentang seperti apa draf awalnya. Saya pikir, seperti halnya pada sesuatu seperti ini, akan membutuhkan beberapa hari untuk menyelesaikannya, bahkan sampai pada perselisihan mengenai satu kata, satu kalimat," kata Rubio, yang juga merangkap sebagai penasihat keamanan nasional Presiden Donald Trump, kepada wartawan dalam perjalanan menuju New Delhi.

"Jika akan ada kesepakatan, kita harus menyelesaikan itu, tetapi ini, Anda tahu, ini akan menjadi kesepakatan yang baik, atau tidak akan ada sama sekali," tambahnya.

Rubio terus mengkritik upaya Iran menutup Selat Hormuz bagi lalu lintas komersial, menyebutnya "melanggar hukum, ilegal, tidak berkelanjutan."

"Tidak ada negara di dunia yang mendukung sistem pemungutan biaya itu, kecuali rezim di Iran. Jadi itu tidak dapat diterima. Itu tidak boleh terjadi," katanya. "Selat harus terbuka, tanpa hambatan, tanpa pungutan, dan jelas itu harus terjadi."

TerkaitTRT Indonesia - Trump: Pembicaraan Iran 'konstruktif', namun blokade tetap berlaku hingga kesepakatan tercapai

Perang AS-Israel itu dimulai dengan serangan ke Iran pada 28 Februari dan diikuti oleh pembalasan Iran yang menargetkan Israel dan sekutu-sekutu AS di Teluk ketika Teheran menutup Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang tahan lama.

Trump kemudian memperpanjang gencatan itu tanpa batas waktu sambil mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang melakukan perjalanan ke atau dari pelabuhan-pelabuhan Iran melalui jalur perairan strategis tersebut. Minggu lalu, ia mengatakan kesepakatan itu telah "sebagian besar dinegosiasikan" dan menunggu finalisasi.

SUMBER:TRT World & Agencies