Putaran kedua pembicaraan antara Ukraina, Rusia, dan AS dimulai di Abu Dhabi, pertukaran tawanan perang diharapkan
Kiev mengatakan negosiasi menghasilkan hasil sementara sementara diplomasi diam-diam maju di berbagai jalur.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Ukraina mengharapkan pertukaran tahanan dengan Rusia akan berlangsung 'dalam waktu dekat', sementara Kiev, Moskow, dan Washington menggelar perundingan di Abu Dhabi tentang kemungkinan penyelesaian perang yang hampir berlangsung empat tahun.
Dalam pidato video lewat Rabu malam, Zelenskyy mengatakan dia menerima pengarahan dari tim negosiasi Ukraina tentang putaran terbaru pembicaraan trilateral di Uni Emirat Arab, serta konsultasi terpisah antara pejabat Ukraina dan AS.
"Kami membahas hasil sementara dari negosiasi untuk hari ini. Negosiasi akan berlanjut besok," kata Zelenskyy. "Akan ada juga langkah penting: kami mengharapkan pertukaran tawanan perang dalam waktu dekat. Para tawanan harus dibawa pulang."
Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai skala atau waktu pertukaran tersebut.
'Pembicaraan konstruktif' diperkirakan akan berlanjut
Rusia dan Ukraina terakhir kali melakukan pertukaran tahanan pada 2 Oktober 2025, berdasarkan kesepakatan yang dicapai di Istanbul, yang menjadi tuan rumah tiga putaran pembicaraan damai langsung pada awal tahun itu.
Komentar terbaru muncul saat putaran kedua pembicaraan trilateral dimulai di Abu Dhabi pada Rabu dan berlanjut pada Kamis.
Sebuah set konsultasi awal selama dua hari diadakan pada 23–24 Januari, juga di ibu kota Emirat, dengan partisipasi AS.
Baik Kiev maupun Washington menggambarkan pembicaraan itu sebagai 'konstruktif', sementara Moskow mengatakan kontak dimulai secara konstruktif tetapi mengakui bahwa 'pekerjaan signifikan' masih harus dilakukan.
Meskipun pembicaraan belum menghasilkan terobosan yang lebih luas, kemungkinan pertukaran tahanan akan menjadi langkah kemanusiaan yang nyata di tengah konflik yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan membuat jutaan mengungsi.