ASIA
2 menit membaca
Delapan pendulang emas tewas dalam serangan kelompok separatis di Papua — TNI
TNI menyatakan telah mengerahkan pasukan tambahan beserta dukungan helikopter untuk mengejar para pelaku dan mengevakuasi jenazah korban dari lokasi kejadian.
Delapan pendulang emas tewas dalam serangan kelompok separatis di Papua — TNI
TNI menegaskan seluruh korban merupakan warga sipil yang tengah melakukan aktivitas pencarian emas di wilayah Korowai. / Arsip Reuters

Delapan warga sipil yang bekerja sebagai pendulang emas di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, tewas setelah diserang kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM), menurut pernyataan militer Indonesia pada Kamis.

Juru bicara TNI Wirya Arthadiguna mengatakan para korban dituduh oleh kelompok bersenjata tersebut sebagai informan aparat keamanan Indonesia. Namun, TNI menegaskan seluruh korban merupakan warga sipil yang tengah melakukan aktivitas pencarian emas di wilayah Korowai.

“Korban bukan anggota aparat keamanan seperti yang dituduhkan OPM, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas,” ujar Wirya dalam pernyataannya.

TNI menyatakan telah mengerahkan pasukan tambahan beserta dukungan helikopter untuk mengejar para pelaku dan mengevakuasi jenazah korban dari lokasi kejadian.

“TNI mengutuk keras pembunuhan warga sipil yang dilakukan kelompok OPM. Kami akan terus memburu pelaku dan memperkuat pengamanan di wilayah Yahukimo,” kata Wirya.

Sementara itu, kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Dalam sebuah video berdurasi lima menit yang dilaporkan media lokal, pimpinan kelompok bersenjata mengatakan telah melakukan “operasi pembersihan” terhadap “tentara atau petugas polisi yang menyamar sebagai penambang emas ilegal”.

Tahun lalu, menurut pihak militer, para separatis membunuh setidaknya 11 penambang emas di Yahukimo, dalam sebuah insiden lain di mana para korban dituduh sebagai tentara yang menyamar.

Konflik di Papua telah berlangsung selama puluhan tahun, dengan kelompok separatis menuntut kemerdekaan wilayah paling timur Indonesia tersebut. Bentrokan antara kelompok bersenjata dan aparat keamanan kerap meningkat, terutama di distrik-distrik terpencil dan pegunungan.

TerkaitTRT Indonesia - Komnas HAM selidiki kematian 12 warga sipil dalam operasi militer di Papua


SUMBER:TRT Indonesia & Agensi