Tambang batu bara ilegal di India meledak, 18 orang tewas

Otoritas mengatakan ledakan di tambang batu bara ilegal seperti lubang tikus telah menewaskan setidaknya 18 orang, sementara otoritas meluncurkan penyelidikan dan upaya penyelamatan terus berlanjut.

By
Pemandangan umum tempat penimbunan batu bara difoto di Perbukitan Jaintia Timur, Meghalaya, India, 16 September 2015. (Foto Arsip) / AP

Setidaknya 18 orang tewas setelah sebuah ledakan mengguncang sebuah tambang batu bara ilegal di negara bagian Meghalaya di timur laut India, menurut para pejabat setempat.

'Selama operasi penyelamatan, sejumlah 18 jenazah telah ditemukan dari lokasi ledakan,' kata kepolisian setempat dalam sebuah pernyataan pada Kamis (5/02).

Delapan orang lain terluka, kata Manish Kumar, pejabat teratas di distrik East Jaintia Hills, tempat ledakan terjadi.

Jumlah pasti pekerja yang berada di dalam tambang saat ledakan terjadi belum dapat dipastikan. Lebih banyak orang diduga masih terjebak.

Tim penyelamat menggali puing-puing di lokasi untuk mengetahui apakah masih ada penambang yang terjebak di dalam, tetapi operasi dihentikan saat matahari terbenam.

Kumar mengatakan itu adalah 'tambang rat-hole ilegal' dan bahwa pihak berwenang sedang menunggu personel dari lembaga manajemen bencana negara bagian dan federal untuk melanjutkan pencarian pada Jumat pagi.

Tambang rat-hole adalah sumur vertikal dalam yang sebagian besar digali ke lereng bukit yang bercabang menjadi terowongan sempit untuk mencapai dan mengambil batu bara serta mineral lainnya.

Pengadilan lingkungan federal melarang penambangan rat-hole di Meghalaya pada 2014 setelah komunitas lokal mengeluhkan bahwa praktik itu mencemari sumber air dan membahayakan nyawa.

Namun praktik ini masih banyak dilakukan di seluruh negara bagian, terutama di East Jaintia Hills.

Kepala kepolisian distrik Vikash Kumar mengatakan kepada AFP ledakan kemungkinan disebabkan oleh peledakan dinamit, tetapi penyelidikan forensik lebih lanjut sedang berlangsung.

'Setelah ledakan, terjadi kebakaran. Banyak gas beracun terkumpul,' kata Vikash Kumar.

Kepala menteri Meghalaya, Conrad K. Sangma, yang partainya NPP adalah mitra koalisi BJP, mengatakan bahwa 'penyelidikan menyeluruh' telah diperintahkan atas insiden tersebut dan menjanjikan pertanggungjawaban.

Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan ia 'bersedih atas musibah tersebut'.

'Turut berduka cita kepada mereka yang kehilangan orang tercinta. Semoga yang terluka segera pulih,' katanya dalam sebuah pernyataan di media sosial.

Keluarga korban meninggal akan menerima kompensasi 200,000 rupees ($2,216), kata pernyataan itu.