Anak pelatih Valencia CF ditemukan dalam kapal tenggelam Labuan Bajo

Tim SAR gabungan menemukan jenazah di bangkai kapal pinisi Putri Sakinah yang tenggelam di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Korban teridentifikasi sebagai salah satu anak pelatih Valencia CF, Fernando Martin.

By
Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah bocah laki-laki di bangkai kapal pinisi Putri Sakinah. / Reuters

Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah bocah laki-laki di bangkai kapal pinisi Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Korban teridentifikasi sebagai salah satu anak pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Fernando Martin, berusia 10 tahun.

Proses identifikasi jenazah dilakukan tim dokter Polri karena sidik jari korban tidak dapat digunakan. Keluarga mengenali korban melalui bentuk giginya. "Sudah diidentifikasi, anak kandung dari Fernando," ujar Budi Widjaja, Ketua DPC Gahawisri Labuan Bajo, Selasa (6/1/2026) malam, dikutip dari detiknews. Budi juga mendampingi keluarga korban selama proses pencarian.

Kapal wisata Putri Sakinah tenggelam pada 26 Desember 2025 di perairan Labuan Bajo, membawa keluarga Fernando yang terdiri dari istri dan empat anak, serta sejumlah kru kapal.

Saat kejadian, tujuh orang berhasil diselamatkan, termasuk istri Fernando dan salah satu anaknya. Sebelumnya, tim SAR gabungan telah menemukan jenazah Fernando dan putrinya yang berusia 12 tahun.

Dua putra Fernando menjadi fokus pencarian tim SAR gabungan, masing-masing berusia 9 dan 10 tahun. Korban yang ditemukan merupakan anak yang lebih tua, berinisial M. Dengan ditemukannya jasad ini, kini dari empat korban keluarga Fernando yang hilang, tinggal satu anak yang masih dalam pencarian.

Evakuasi jenazah dilakukan menggunakan kapal Basarnas dan dibawa ke RSUD Komodo Labuan Bajo untuk identifikasi lanjutan. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian di sekitar lokasi karam kapal, termasuk penyisiran perairan dan penyelaman dengan bantuan sonar.

Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan laut yang menggemparkan, mengingat perairan Labuan Bajo sering dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kejadian ini menekankan pentingnya keselamatan wisata laut dan prosedur darurat yang ketat bagi kapal-kapal penumpang.