Apa yang terjadi pada tubuh saat berpuasa?
Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, ratusan juta umat Islam di seluruh dunia menahan diri dari makan dan minum selama bulan suci Ramadan.
Selain membawa banyak keberkahan dan manfaat spiritual, puasa bagi orang dewasa yang sehat dan mampu juga diketahui memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh.
Berikut penjelasannya:
Regulasi gula darah
Setelah 12 jam berpuasa, kadar gula darah akan menurun, dan tubuh mulai membakar lemak sebagai pengganti karbohidrat.
Penelitian menunjukkan bahwa perubahan metabolisme ini juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin.
Penurunan inflamasi
Saat gula darah stabil, tingkat peradangan (inflamasi) dalam tubuh akan menurun. Hal ini berpotensi mengurangi risiko penyakit diabetes, penyakit jantung, dan radang sendi (artritis).
Kesehatan jantung
Berbagai studi menunjukkan bahwa puasa dapat mendukung kesehatan kardiovaskular dengan menurunkan kolesterol LDL ("jahat") dan meningkatkan kolesterol HDL ("baik"). Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal jika pada saat sahur dan berbuka kita tidak mengonsumsi makanan olahan (ultra-proses) maupun gorengan.
Perbaikan sel
Durasi puasa yang lebih panjang dapat memicu autofagi, yaitu sebuah proses alami di mana tubuh membersihkan sel-sel yang rusak dan meregenerasi sel-sel baru.
Tapi ingat,
Menjaga tubuh tetap terhidrasi serta memulai dan mengakhiri puasa dengan makanan yang bergizi seimbang sangat penting untuk mencegah sakit kepala, kelelahan, dan penurunan energi secara drastis (energy crashes).