UEA dukung tindakan militer untuk membuka kembali Selat Hormuz

Abu Dhabi mempertimbangkan peran langsung saat kekuatan global memperhatikan koalisi untuk mengamankan titik penting jalur minyak.

By
Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap hari, menjadikannya urat nadi penting bagi pasar energi global. / Reuters

Uni Emirat Arab (UEA) sedang bersiap mendukung upaya yang dipimpin AS untuk membuka kembali Selat Hormuz dengan paksa, salah satu koridor minyak paling penting di dunia.

Menurut sebuah laporan oleh The Wall Street Journal pada hari Selasa (31/3), mengutip pejabat Arab, UEA melobi agar Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang akan mengesahkan tindakan militer. Negara itu juga mendorong Amerika Serikat dan kekuatan sekutu di Eropa dan Asia untuk membentuk koalisi guna mengamankan jalur perairan strategis tersebut.

Abu Dhabi sedang menelaah peran militer potensial, termasuk operasi pembersihan ranjau, karena mempertimbangkan untuk menjadi peserta langsung dalam konflik tersebut untuk pertama kalinya, menurut laporan itu.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Journal, Kementerian Luar Negeri UEA mengatakan ada “konsensus global yang luas bahwa kebebasan navigasi di Selat Hormuz harus dipertahankan,” dengan menunjuk pada kekhawatiran internasional atas gangguan di rute tersebut.

Langkah ini muncul sementara perang yang sedang berlangsung antara AS-Israel dan Iran memicu ketidakstabilan di seluruh Teluk. Ketegangan meningkat sejak 2 Maret, ketika Iran mengumumkan pembatasan navigasi di selat itu dan memperingatkan bahwa pihaknya dapat menargetkan kapal yang transit tanpa koordinasi.

Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati selat sempit ini setiap hari, menjadikannya arteri penting bagi pasar energi global.

Ketidakamanan yang meningkat sudah mendorong naiknya harga minyak, serta biaya pengiriman dan asuransi, sehingga memperbesar kekhawatiran akan gelombang kejutan ekonomi lebih lanjut jika krisis memburuk.