DUNIA
2 menit membaca
Indonesia rotasi 742 prajurit untuk misi UNIFIL di Lebanon, agresi Israel terus berlanjut
Keberangkatan pasukan Indonesia dijadwalkan pada 22 Mei. Gencatan senjata di Lebanon telah diumumkan sejak 17 April dan diperpanjang hingga 17 Mei, serangan dilaporkan masih terjadi hampir setiap hari.
Indonesia rotasi 742 prajurit untuk misi UNIFIL di Lebanon, agresi Israel terus berlanjut
Keberangkatan pasukan Indonesia dijadwalkan pada 22 Mei, menurut keterangan resmi pejabat. /FOTO ARSIP: AP

Indonesia memastikan keberlanjutan kontribusinya dalam misi penjaga perdamaian di Lebanon selatan dengan mengirim 742 prajurit TNI sebagai bagian dari rotasi pasukan UNIFIL. Keberangkatan dijadwalkan pada 22 Mei, di tengah situasi keamanan yang masih bergejolak akibat serangan militer Israel yang terus berlangsung.

Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menyatakan kesiapan pasukan usai meninjau langsung pelatihan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Sentul. 

Ia menegaskan bahwa penugasan ini bukan hanya bagian dari mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi juga membawa nama Indonesia di kancah internasional. “Saya lihat pasukan sudah siap. Ini memang misi PBB, tetapi yang utama adalah misi bangsa Indonesia,” kata Dudung.

Ia menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan demi keselamatan, disiplin menjaga kehormatan negara, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas.

TerkaitTRT Indonesia - Penghormatan terakhir prajurit TNI UNIFIL di Lebanon, Indonesia desak penyelidikan menyeluruh

Pengiriman ini berlangsung di tengah meningkatnya ancaman di wilayah operasi. Enam personel UNIFIL dilaporkan tewas dalam serangan terbaru Israel, empat di antaranya merupakan prajurit Indonesia. 

Meski gencatan senjata telah diumumkan sejak 17 April dan diperpanjang hingga 17 Mei, serangan dilaporkan masih terjadi hampir setiap hari.

Berdasarkan data terbaru, sejak 2 Maret sedikitnya 2.869 orang tewas, 8.730 lainnya luka-luka, dan lebih dari 1,6 juta warga terpaksa mengungsi—sekitar seperlima populasi Lebanon.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengingatkan bahwa medan tugas yang dihadapi tidak sepenuhnya aman meskipun berlabel misi perdamaian. Ia menekankan pentingnya menjaga keselamatan sekaligus reputasi Indonesia. 

“Kebanggaan bagi saya bisa bertemu sekarang, dan lebih besar lagi saat bertemu kembali ketika Saudara pulang dalam keadaan sehat,” ujarnya.

Pemerintah berharap rotasi pasukan ini berjalan lancar, di tengah duka atas gugurnya empat prajurit Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, serta memastikan seluruh personel dapat kembali dengan selamat.

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi