Amerika Serikat melalui U.S. International Development Finance Corporation (DFC) menegaskan Indonesia memiliki peran strategis dalam memperkuat rantai pasok di kawasan Indo-Pasifik. Menurut DFC, Indonesia menjadi mitra penting dalam membangun jaringan pasok yang lebih tangguh, beragam, dan aman di tengah dinamika ekonomi global.
"DFC memandang Indonesia sebagai mitra penting dalam membangun rantai pasok yang lebih tangguh, terdiversifikasi, dan aman di seluruh kawasan Indo-Pasifik," kata seorang pejabat DFC dalam pernyataan tertulis yang diterima Antara.
DFC juga menilai Indonesia tetap menjadi tujuan investasi utama bagi pemerintah maupun investor swasta Amerika Serikat. Fokus kerja sama meliputi pembangunan infrastruktur, energi, mineral kritis, konektivitas digital, serta penguatan keamanan rantai pasok regional.
Lembaga tersebut baru-baru ini memperoleh perluasan kewenangan dari Kongres AS yang meningkatkan kapasitas investasinya dari $60 miliar menjadi $205 miliar. Penambahan kapasitas itu diharapkan membuka peluang investasi baru yang layak secara komersial sekaligus mendukung prioritas pembangunan ekonomi Amerika Serikat.
Komitmen tersebut sebelumnya juga ditegaskan dalam kunjungan Chief Policy Officer DFC Caroline Vik ke Jakarta pada 19–25 Juni 2026 sebagai bagian dari lawatan ke Asia Tenggara.
Selama berada di Indonesia, Caroline Vik bertemu dengan perwakilan pemerintah dan sektor swasta untuk membahas peluang kerja sama di sejumlah sektor strategis.
Pembahasan mencakup dukungan terhadap ketahanan energi Indonesia melalui kegiatan eksplorasi di sektor hulu (upstream), serta pembangunan infrastruktur penyimpanan dan transportasi energi di sektor menengah (midstream).
Selain sektor energi, kedua pihak juga menjajaki peluang investasi pada pembangunan pelabuhan baru, pengolahan dan pemrosesan mineral kritis di dalam negeri, pengembangan energi nuklir, serta perluasan layanan keuangan.
Penguatan kerja sama tersebut berlangsung di tengah upaya berbagai negara memperkuat ketahanan rantai pasok global, dengan Indonesia dinilai memiliki posisi strategis berkat sumber daya mineral kritis dan perannya di kawasan Indo-Pasifik.


















