KONFLIK ISRAEL-IRAN
2 menit membaca
AS peringatkan akan pembalasan Iran saat Trump mengangkat isu 'perubahan rezim'
Pernyataan Trump datang setelah pejabat di administrasinya, termasuk wapres AS JD Vance dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, menekankan bahwa mereka tidak bekerja untuk menggulingkan pemerintah Iran.
AS peringatkan akan pembalasan Iran saat Trump mengangkat isu 'perubahan rezim'
Pernyataan tersebut muncul beberapa jam setelah pejabat tinggi AS menegaskan bahwa serangan itu bukan bagian dari upaya mengganti rezim Iran. / AA

Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu mengangkat pertanyaan tentang perubahan rezim di Iran setelah serangan AS terhadap situs nuklir utama selama akhir pekan, sementara pejabat senior dalam pemerintahannya memperingatkan Teheran untuk tidak melakukan pembalasan.

"Tidaklah benar secara politis untuk menggunakan istilah 'Perubahan Rezim,' tetapi jika Rezim Iran saat ini tidak mampu MAKE IRAN GREAT AGAIN (buat Iran kembali hebat), mengapa tidak ada perubahan rezim??? MIGA!!!" tulis Trump di platform media sosialnya.

Pernyataan Trump ini muncul setelah pejabat dalam pemerintahannya, termasuk Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, menegaskan bahwa mereka tidak sedang berupaya menggulingkan pemerintahan Iran.

"Misi ini bukan dan tidak pernah tentang perubahan rezim," kata Hegseth kepada wartawan di Pentagon, menyebut misi tersebut sebagai "operasi presisi" yang menargetkan program nuklir Iran.

TerkaitTRT Global - Stok uranium tetap utuh setelah serangan AS terhadap situs nuklir: Iran

‘Operasi Midnight Hammer’

Vance, dalam sebuah wawancara di acara NBC "Meet the Press with Kristen Welker," mengatakan, "pandangan kami sangat jelas bahwa kami tidak menginginkan perubahan rezim."

"Kami tidak ingin memperpanjang atau memperluas ini lebih jauh dari yang sudah terjadi. Kami ingin mengakhiri program nuklir mereka, dan kemudian kami ingin berbicara dengan Iran tentang penyelesaian jangka panjang," tambah Vance, seraya menegaskan bahwa AS "tidak memiliki minat untuk menempatkan pasukan darat."

"Operasi Midnight Hammer" hanya diketahui oleh sejumlah kecil orang di Washington dan di markas besar militer AS untuk operasi Timur Tengah di Tampa, Florida.

Dengan menggunakan strategi pengelabuan, tujuh pembom B-2 terbang selama 18 jam dari Amerika Serikat ke Iran untuk menjatuhkan 14 bom penghancur bunker, kata Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, kepada wartawan.

Secara total, AS meluncurkan 75 amunisi berpemandu presisi, termasuk lebih dari dua lusin rudal Tomahawk, dan lebih dari 125 pesawat militer dalam operasi terhadap tiga situs nuklir, tambah Caine.

Operasi ini mendorong Timur Tengah ke ambang konflik besar baru di wilayah yang sudah dilanda perang selama lebih dari 20 bulan, termasuk konflik di Gaza dan Lebanon, serta jatuhnya seorang diktator di Suriah.

TerkaitTRT Global - Terjebak di tengah konflik: Bagaimana negara Teluk akan menavigasi gejolak konflik Iran-Israel?

SUMBER:TRT World and Agencies
Jelajahi
Menlu Arab Saudi dan Oman bahas keamanan Selat Hormuz di tengah ketegangan baru Iran-AS
Iran luncurkan rudal ke kapal dagang di Selat Hormuz
Oman dan Iran bahas navigasi Selat Hormuz, Muscat pastikan bebas biaya transit
Bagaimana kesepakatan AS-Iran akan memengaruhi masa depan politik Netanyahu?
Individu hanyalah gejalanya, penyakit sesungguhnya adalah Israel
Ben Gvir tolak penghentian penghancuran rumah di Lebanon selatan
Kapal Iran melintasi blokade laut AS di Teluk Oman tanpa insiden
Selat Hormuz dibuka tanpa tarif berdasarkan kesepakatan damai Iran, kata AS
Mengapa AS dan Iran tak bisa membiarkan kesepakatan damai gagal
Indonesia masih membuka peluang jadi mediator konflik AS-Iran
IRGC Iran nyatakan Selat Hormuz ditutup bagi seluruh kapal
Iran klaim serang 18 fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain
Iran sebut rudal siap diluncurkan, ancaman Israel ke Beirut picu kekhawatiran gencatan senjata
Ledakan mengguncang Pulau Qeshm Iran, Kuwait cegat gelombang serangan rudal
Trump murka kepada Netanyahu dalam percakapan telepon terkait eskalasi di Lebanon
Trump dan Netanyahu berselisih soal masa depan perang Iran dalam percakapan telepon - laporan
Vance mengatakan bom nuklir Iran bisa menjadi 'domino pertama' dalam perlombaan senjata atom global
Kepala badan nuklir PBB peringatkan risiko radiasi serius usai serangan drone di fasilitas UEA
Inflasi AS sentuh level tertinggi dalam tiga tahun, perang Iran dan blokade Hormuz jadi pemicu
Pentagon sebut perang AS melawan Iran telah menelan biaya 29 miliar dolar AS