ASIA
2 menit membaca
Tiga gunung api di Indonesia Timur erupsi, abu capai 500 meter
Warga di sekitar lereng gunung, khususnya di wilayah Dulipali, Klatanlo, hingga Hokeng Jaya, juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan yang dapat terjadi di aliran sungai berhulu di puncak gunung.
Tiga gunung api di Indonesia Timur erupsi, abu capai 500 meter
Gunung Lewotobi Laki-laki memuntahkan abu kelabu setinggi sekitar 400 meter yang bergerak ke arah barat dan barat laut. / MAGMA ESDM

Aktivitas vulkanik tercatat meningkat di wilayah Indonesia Timur setelah tiga gunung api aktif meletus dalam rentang waktu yang berdekatan pada Jumat (12/6). Laporan tersebut disampaikan oleh Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyebutkan bahwa rangkaian erupsi terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan, dengan semburan abu vulkanik mencapai ketinggian antara 400 hingga 500 meter dari puncak kawah masing-masing gunung.

Erupsi pertama terpantau di Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara, pada pukul 06.15 WIT. Aktivitas kemudian berlanjut di Gunung Lewotobi Laki-laki, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada pukul 07.04 WITA, sebelum akhirnya Gunung Ibu di Halmahera Barat mengalami erupsi pada pukul 07.45 WIT.

Pada Gunung Dukono, kolom abu berwarna putih hingga kelabu pekat teramati naik hingga sekitar 500 meter dan terbawa angin ke arah barat laut. Data seismik mencatat amplitudo maksimum sebesar 12 milimeter, sementara aktivitas erupsi dilaporkan masih berlangsung.

Sementara itu, Gunung Lewotobi Laki-laki memuntahkan abu kelabu setinggi sekitar 400 meter yang bergerak ke arah barat dan barat laut. Instrumen pemantauan merekam amplitudo maksimum mencapai 47,3 milimeter dengan durasi aktivitas sekitar 46 detik.

Di Gunung Ibu, kolom abu juga teramati setinggi 400 meter dengan warna kelabu tebal dan arah sebaran ke barat. Getaran seismik menunjukkan amplitudo puncak 28 milimeter dengan durasi erupsi sekitar 45 detik.

Badan Geologi menetapkan status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki pada Level III atau Siaga. Sementara itu, Gunung Ibu dan Gunung Dukono masing-masing berada pada Level II atau Waspada.

Menanggapi status tersebut, pihak Badan Geologi mengimbau masyarakat dan wisatawan agar mematuhi zona aman, termasuk larangan beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah Gunung Lewotobi Laki-laki.

Untuk Gunung Ibu dan Gunung Dukono, masyarakat diminta tetap berada di luar radius bahaya dua hingga empat kilometer serta menggunakan masker dan pelindung mata untuk mengurangi dampak paparan abu vulkanik.

TerkaitErupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, kolom abu capai 2,5 Km sementara bandara ditutup - TRT Indonesia - TRT Indonesia


SUMBER:TRT Indonesia