ASIA
2 menit membaca
Tekan biaya logistik, Presiden Prabowo resmikan 1.151 kilometer jalan daerah di 37 provinsi
Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi guna memperkuat konektivitas ekonomi nasional dan mewujudkan pemerataan infrastruktur hingga ke pelosok.
Tekan biaya logistik, Presiden Prabowo resmikan 1.151 kilometer jalan daerah di 37 provinsi
Presiden Prabowo Subianto meresmikan ruas jalan sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di seluruh Indonesia. Foto: Setpres/Laily Rachev

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara simbolis meresmikan rampungnya pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi di seluruh Indonesia.

Peresmian yang dipusatkan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada Selasa (23/6) ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan nasional yang tidak lagi berpusat di kota-kota besar semata.

Dalam pidatonya yang dipantau melalui siaran langsung Sekretariat Presiden, Kepala Negara menegaskan bahwa infrastruktur jalan bukan sekadar aspal yang menghubungkan antarwilayah, melainkan urat nadi perekonomian rakyat yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan.

Pembangunan masif ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus memperlancar rantai distribusi barang dan jasa di berbagai pelosok tanah air.

"Bismillahirrahmanirrahim, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar dengan ini saya resmikan Instruksi Presiden Tahun 2025 Jalan Daerah sepanjang 1.151 kilometer di seluruh Indonesia," ujar Presiden Prabowo saat meresmikan proyek strategis tersebut.

Jembatan swasembada pangan dan ketahanan nasional

Presiden Prabowo mengingatkan bahwa sebagai negara kepulauan yang sangat luas dengan kondisi geografis yang menantang, ketersediaan jaringan jalan yang layak adalah kunci utama untuk menekan biaya logistik dan mendongkrak daya saing ekonomi Indonesia di kancah global.

Jika pusat-pusat produksi komoditas dan kawasan permukiman terhubung dengan mulus, harga barang di tingkat konsumen otomatis akan jauh lebih murah.

Lebih dari sekadar aktivitas ekonomi harian, mantan Menteri Pertahanan ini juga mengaitkan pembangunan infrastruktur jalan dengan visi besar ketahanan nasional.

Jalur transportasi yang memadai dinilai menjadi pilar krusial dalam menyukseskan program swasembada pangan dan swasembada energi yang tengah digenjot pemerintah, karena keberhasilan kedua sektor tersebut sangat bergantung pada kelancaran rantai distribusi.

Di akhir arahannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk proaktif menjaga dan merawat infrastruktur yang telah selesai dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.

Ia juga memberikan angin segar dengan memastikan bahwa pemerintah pusat akan terus menaikkan alokasi anggaran pembangunan infrastruktur hingga menjangkau daerah pinggiran dan desa-desa terpencil pada tahun-tahun mendatang.

SUMBER:TRT Indonesia