Menlu Suriah al-Shaibani bertemu Dubes baru Indonesia, babak baru hubungan kedua negara
Dalam pertemuan tersebut, Dubes Lukman Hakim Siregar menyerahkan salinan surat kepercayaan ke Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad Hassan al-Shaibani.
Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad Hassan al-Shaibani, menerima kunjungan Duta Besar baru Republik Indonesia untuk Suriah, Lukman Hakim Siregar, dalam sebuah pertemuan resmi di Damaskus pada Selasa (7/4) waktu setempat, menandai babak lanjutan hubungan diplomatik kedua negara yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Melansir pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Suriah, dalam pertemuan tersebut, Dubes Lukman Hakim Siregar menyerahkan salinan surat kepercayaan sebagai bagian dari prosedur diplomatik sebelum secara penuh menjalankan tugasnya.
Al-Shaibani menyambut penyerahan itu dengan menekankan pentingnya hubungan bilateral Suriah–Indonesia yang dinilai terus berkembang di tengah dinamika kawasan.
Hubungan kedua negara sendiri telah terjalin sejak awal masa kemerdekaan.
Suriah tercatat memberikan pengakuan de jure terhadap Republik Indonesia pada 2 Juli 1947, yang kemudian diikuti pembukaan hubungan diplomatik resmi pada 1950. Sejak saat itu, interaksi politik kedua negara berlangsung stabil dan cenderung menguat.
Di bidang ekonomi, hubungan bilateral juga menunjukkan tren positif.
Data Kementerian Perdagangan RI mencatat volume perdagangan kedua negara hingga 2025 mencapai sekitar USD 31,5 juta, dengan surplus signifikan di pihak Indonesia sebesar USD 31,1 juta.
Ekspor utama Indonesia ke Suriah meliputi minyak kelapa sawit, kertas dan karton, bumbu masakan, kayu, bahan kimia industri, benang, minyak nabati terhidrogenasi, lembaran plastik, minyak shortening, serta kelapa parut.
Sementara itu, impor Indonesia dari Suriah didominasi oleh komoditas seperti ketumbar dan produk makanan.
Penghormatan kedaulatan wilayah
Meski Suriah masih menghadapi konflik berkepanjangan, kedua negara tetap berupaya menjaga hubungan secara maksimal, baik melalui jalur pemerintah maupun interaksi masyarakat. Komitmen ini juga tercermin dalam kerja sama di berbagai forum internasional.
Indonesia dan Suriah juga saling mendukung dalam berbagai pencalonan dan posisi di tingkat global, termasuk melalui keterlibatan aktif di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Gerakan Non-Blok (GNB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta Liga Arab.
Selain itu, kedua negara menegaskan komitmen terhadap penghormatan kedaulatan masing-masing.
Pemerintah Indonesia, misalnya, secara konsisten mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari wilayah Suriah. Jakarta dan Damaskus juga memiliki kesamaan sikap dalam menentang pendudukan ilegal Israel di berbagai wilayah, khususnya di Palestina.
Pertemuan antara al-Shaibani dan Dubes Siregar dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kembali kemitraan kedua negara, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.