Lubang raksasa di Aceh terus membesar, pemerintah tutup akses publik

“Pergerakan tanah masih berlangsung dan sangat berbahaya bagi warga.” kata pejabat setempat.

By
Sebuah lubang raksasa sedalam 100 meter dan meliputi lebih dari 30.000 meter persegi di desa Pondok Balik, distrik Ketol, Aceh, 17 Februari 2026. / AA

Fenomena geologi berupa lubang raksasa yang terus melebar terjadi di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Provinsi Aceh, memicu pergerakan tanah dan longsor di wilayah sekitarnya. 

Rekaman video yang beredar pada Senin, 16 Februari, memperlihatkan cekungan tersebut kini memiliki kedalaman sekitar 100 meter dengan luas lebih dari 30.000 meter persegi.

Otoritas setempat menyatakan kondisi tanah di kawasan itu sangat tidak stabil, terutama karena curah hujan tinggi yang membasahi struktur batuan vulkanik. Situasi ini meningkatkan potensi longsor susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Pergerakan tanah masih berlangsung dan sangat berbahaya bagi warga. Dengan hujan yang terus turun, risiko longsor susulan tidak bisa diabaikan,” kata seorang pejabat pemerintah daerah.

Dampak dari fenomena tersebut sudah terasa luas. 

Jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah terputus di beberapa titik, sementara lahan perkebunan kopi dan cabai di sekitar lokasi tertelan pergeseran tanah. 

Selain itu, menara listrik tegangan tinggi juga terpaksa dipindahkan untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.

Pemerintah Indonesia menetapkan area tersebut sebagai zona merah karena tingkat ancaman terhadap keselamatan jiwa dinilai ekstrem. 

Seluruh akses publik ke lokasi ditutup, dan warga diimbau menjauhi kawasan rawan tersebut hingga kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.