Korea Utara harus membangun dua kapal perang berukuran setara kapal perusak Choe Hyon berbobot 5.000 ton setiap tahun dalam lima tahun ke depan, kata pemimpin negara itu, Kim Jong-un, saat menghadiri upacara peluncuran kapal perusak baru, menurut media pemerintah KCNA.
Kim menghadiri upacara yang digelar di Pelabuhan Nampho, Korea Utara, untuk merayakan penempatan kapal perusak multiguna terbaru Choe Hyon, lapor KCNA pada Selasa.
KCNA menambahkan, kapal perusak tersebut berhasil menyelesaikan serangkaian uji operasional militer selama 14 bulan terakhir.
Menurut laporan itu, Korea Utara juga berencana segera mengoperasikan kapal perusak lain berbobot 5.000 ton bernama Kang Kon, serta kapal perang strategis berbobot 10.000 ton.
Kang Kon diperbaiki tahun lalu setelah sempat mengalami insiden miring sebagian saat upacara peluncurannya.
Tugas yang mendesak
Kim mengatakan angkatan laut selama ini menjadi bagian terlemah dari kekuatan militer Korea Utara. Namun, menurutnya, kemampuan armada laut negara tersebut kini akan berkembang menjadi "sesuatu yang luar biasa di luar imajinasi."
"Pembangunan pangkalan angkatan laut yang dimodernisasi telah menjadi tugas yang mendesak dan sangat penting," ujar Kim.
Ia mengatakan para pejabat Komite Sentral Partai Buruh Korea yang berkuasa telah membahas rencana pembangunan pangkalan angkatan laut baru dalam pertemuan yang digelar pada Senin (22/6).
Menurut Kim, perubahan terpenting bagi angkatan laut adalah pergeseran status, peran, dan cakupan operasinya, meski ia tidak menjelaskan lebih lanjut.
Ia juga menyatakan bahwa program nuklirisasi angkatan laut Korea Utara terus berjalan sesuai jalurnya sendiri dan berkontribusi terhadap kemampuan penangkalan nuklir negara tersebut.















