DUNIA
1 menit membaca
Israel melancarkan serangan ke selatan Lebanon menjelang pembicaraan baru
Serangan udara Israel menghantam Nabatieh dan Bint Jbeil meskipun ada kerangka gencatan senjata yang disponsori AS.
Israel melancarkan serangan ke selatan Lebanon menjelang pembicaraan baru
Seorang tukang bangunan memperbaiki balkon gedung yang hancur akibat serangan udara Israel, di Tyre, Lebanon, 5 Juli 2026. / Reuters

Pesawat tempur Israel melakukan serangkaian serangan udara di Lebanon selatan pada Rabu, pelanggaran terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata menjelang putaran baru pembicaraan antara Tel Aviv dan Beirut di Roma.

Serangan pertama menargetkan kawasan berhutan Ali al-Taher di pinggiran Nabatieh al-Fawqa setelah tembakan artileri Israel yang sporadis mengenai daerah itu, demikian dilaporkan oleh National News Agency (NNA) Lebanon.

Pesawat Israel kemudian melakukan tiga serangan lagi yang menargetkan kawasan antara kota-kota Beit Yahoun, Kunin dan Baraachit di distrik Bint Jbeil, kata lembaga tersebut.

Serangan itu terjadi meskipun ada perjanjian kerangka kerja yang disponsori AS yang ditandatangani oleh Lebanon dan Israel pada 26 Juni.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengumumkan pada Selasa bahwa putaran baru pembicaraan antara kedua pihak akan diadakan di Roma pada 14–15 Juli.

Pada Selasa, Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon telah meningkat menjadi 4.320, dengan 12.203 lainnya luka sejak 2 Maret.

Israel terus menduduki bagian selatan Lebanon, beberapa selama puluhan tahun dan lainnya sejak perang 2023–2024. Selama serangan terbarunya, pasukan Israel maju lebih dari 10 kilometer ke wilayah Lebanon.

SUMBER:TRT World & Agencies