Kepala otoritas penerbangan Yunani mundur usai insiden gangguan sistem di Bandara Athena
Langkah ini diambil beberapa jam setelah laporan resmi menyalahkan gangguan tersebut pada “teknologi usang” di Bandara Internasional Athena.
Kementerian Transportasi Yunani menyatakan bahwa kepala otoritas penerbangan sipil negara itu mengundurkan diri menyusul insiden pemadaman ruang udara pada 4 Januari yang memicu kekacauan penerbangan selama berjam-jam.
“Gubernur Otoritas Penerbangan Sipil (YPA), George Saounatsos, telah menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Menteri Infrastruktur dan Transportasi, Christos Dimas,” demikian pernyataan kementerian pada Rabu (14/1).
Pengunduran diri tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah laporan resmi menyebut gangguan itu disebabkan oleh “teknologi yang sudah usang” di Bandara Internasional Athena, salah satu destinasi perjalanan paling populer di dunia.
Menurut YPA, gangguan mulai terjadi pada pukul 08.59 waktu setempat (06.59 GMT) pada 4 Januari, ketika sejumlah frekuensi radio yang melayani ruang udara Athena mengalami interferensi “kebisingan” secara terus-menerus.
YPA menyebut pemancar lembaga itu mulai mengeluarkan “emisi sinyal tidak disengaja”.
Ratusan penerbangan terpaksa dialihkan ke negara-negara tetangga, sementara ribuan penumpang terdampak. YPA saat itu menyatakan insiden tersebut sebagai kejadian yang “belum pernah terjadi sebelumnya”.
Wakil presiden asosiasi pengatur lalu lintas udara Yunani, Olga Toki, pada Rabu menyebut insiden itu sebagai sesuatu yang “sangat mengkhawatirkan” dan menegaskan bahwa “tidak ada waktu untuk disia-siakan” dalam memperbarui sistem yang diperlukan.
“Bayangkan melihat pesawat bergerak di layar, tetapi tidak bisa berbicara, tidak bisa campur tangan, dan tidak bisa mengeluarkan perintah yang diperlukan,” ujarnya.
Para pejabat menegaskan bahwa ruang udara Athena segera dikosongkan dari lalu lintas pesawat dan keselamatan penerbangan tidak terganggu.
YPA menyatakan sistem kembali beroperasi penuh pada pukul 17.00, dengan penerbangan kembali berjalan 45 menit kemudian.
Lembaga tersebut juga menegaskan tidak ditemukan indikasi serangan siber maupun sabotase yang disengaja.
Sistem yang usang
Laporan investigasi yang dirilis pada Selasa malam menyebut sistem dipulihkan “setelah dilakukan sinkronisasi ulang dan restart, menyusul pengalihan lalu lintas pada jaringan tulang punggung”.
Saat ini tengah berlangsung proyek perombakan infrastruktur senilai US$350 juta, termasuk pengadaan pemancar digital yang dijadwalkan dikirim tahun ini.
Namun, Toki mengatakan kepada penyiaran publik ERT bahwa integrasi sistem baru tersebut akan memakan waktu “tidak kurang dari tiga tahun”.
Para pengatur lalu lintas udara juga mencatat bahwa radar menara Bandara Athena berasal dari tahun 1999.
Wakil Menteri Transportasi Yunani pekan lalu mengakui bahwa sistem komunikasi bandara seharusnya telah diperbarui sejak “puluhan tahun lalu”.
“Ini adalah sistem yang kami ketahui sudah ketinggalan zaman,” kata Konstantinos Kyranakis kepada Action24 TV.
Bulan lalu, Komisi Eropa merujuk Yunani ke Mahkamah Uni Eropa karena gagal menerapkan langkah-langkah untuk merancang dan mempublikasikan prosedur navigasi berbasis kinerja (PBN) di bandara-bandara Yunani, yang seharusnya sudah berlaku lima tahun lalu.
Bandara Internasional Athena melayani hampir 34 juta penumpang sepanjang tahun lalu, meningkat 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.