BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Qatar peringatkan dampak perang Iran akan hantam ekonomi global
Al-Kuwari menyebut dampak perang terhadap kondisi fiskal negaranya masih dapat dikelola berkat cadangan yang dimiliki.
Qatar peringatkan dampak perang Iran akan hantam ekonomi global
#NKQ81 : Doha Forum untuk dialog dan diplomasi / AFP

Ekonomi global diperkirakan segera merasakan dampak penuh dari perang Iran, demikian disampaikan Menteri Keuangan Qatar, Ali Ahmed Al-Kuwari. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi keuangan negaranya masih cukup kuat untuk bertahan setidaknya selama satu tahun.

“Dampak penuh akan segera datang dan tidak lama lagi,” kata Al-Kuwari pada Rabu dalam diskusi International Monetary Fund di Washington, menggambarkan lonjakan harga global saat ini baru sebagai “puncak gunung es”.

“Saya kira dalam satu hingga dua bulan ke depan, kita akan melihat dampak ekonomi global yang sangat besar,” ujarnya.

“Dalam waktu dekat, masalahnya bukan hanya harga energi, tetapi juga ketersediaannya. Bahkan jika Anda mampu membayar, belum tentu bisa mendapatkannya, dan itu menjadi masalah yang sangat besar.”

Ia juga memperingatkan bahwa penurunan tajam produksi dan pasokan pupuk dari kawasan tersebut berpotensi membuat musim tanam terlewat di berbagai belahan dunia, yang pada akhirnya dapat memicu krisis pangan.

‘dana stabilitas guncangan’

Ekonom dari JPMorgan memperingatkan bahwa ekonomi Qatar kemungkinan akan mengalami kontraksi sekitar 9 persen tahun ini setelah serangan rudal Iran terhadap fasilitas raksasa gas alam cair Ras Laffan menghapus sekitar 17 persen kapasitas produksinya.

Meski demikian, Al-Kuwari menilai dampak perang terhadap kondisi fiskal negaranya masih dapat dikelola berkat cadangan yang dimiliki.

“Pengelolaan fiskal masih baik,” ujarnya, merujuk pada anggaran pra-perang yang “konservatif” serta keberadaan “dana stabilitas guncangan”.

“Kami bisa bertahan enam bulan tanpa menyentuh Qatar Investment Authority yang memiliki cadangan besar,” kata Al-Kuwari, seraya menambahkan bahwa pemerintah juga dapat memperketat anggaran, melakukan pinjaman jika diperlukan, serta menunda sejumlah proyek investasi.

“Kami tidak melihat adanya masalah besar dan bisa bertahan hingga satu tahun tanpa itu,” ujarnya.

SUMBER:TRT World & Agencies