Puluhan orang tewas dan ratusan lainnya terluka di berbagai negara Eropa saat perayaan malam Tahun Baru akibat kebakaran, kecelakaan kembang api, dan insiden terkait lainnya, kata para pejabat, Kamis.
Insiden paling mematikan terjadi di Swiss. Kebakaran di bar Constellation, Crans-Montana, dilaporkan menewaskan sekitar 40 orang dan melukai 115 lainnya, sebagian besar dalam kondisi serius.
Otoritas setempat masih melakukan identifikasi korban sekaligus menyelidiki penyebab kebakaran. Proses ini dibantu aparat dari Italia, Prancis, dan Turki untuk menangani warga negara masing-masing yang terdampak.
Di Polandia, dua kebakaran rumah terpisah di Swinna Poreba dan Sarny Wielkie menewaskan masing-masing seorang pria dan seorang perempuan. Sementara itu, kebakaran di loteng sebuah hotel di wilayah barat laut Polandia memaksa evakuasi 19 orang, menurut laporan TVP World.
Polisi Polandia mencatat lebih dari 15.600 insiden di seluruh negeri sepanjang malam Tahun Baru. Sebanyak 333 orang diamankan, sementara lebih dari 100 pengemudi ditangkap karena mengemudi dalam keadaan mabuk.
Di Belanda, kecelakaan akibat kembang api menewaskan dua orang, termasuk seorang remaja 16 tahun di Nijmegen dan pria berusia 38 tahun di Aalsmeer, menurut laporan media setempat.
Masih di Belanda, kebakaran besar juga melanda Gereja Vondelkerk yang bersejarah di Amsterdam. Peristiwa itu menyebabkan runtuhnya menara, bagian tengah bangunan, serta sebagian besar atap gereja. Tidak ada korban jiwa dilaporkan.
Di Jerman, dua orang tewas di Bielefeld akibat insiden kembang api, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka di berbagai wilayah. Polisi juga melaporkan serangan menggunakan kembang api di sejumlah kota, termasuk Berlin dan Leipzig, yang berujung pada lebih dari 400 penangkapan, menurut laporan media.
Kebakaran lain terjadi di sebuah bangunan bersejarah di Erfurt, yang diduga dipicu roket Tahun Baru dan kemudian merambat ke dua rumah di sekitarnya. Tidak ada korban dalam insiden tersebut.
Di Belgia, tiga polisi dilaporkan terluka dalam sejumlah insiden malam Tahun Baru yang melibatkan kembang api dan pemeriksaan lalu lintas yang berujung ricuh di Brussel, sebagaimana dilaporkan penyiar berbahasa Flemish, VRT.
Polisi Brussel juga melaporkan sejumlah bus, trem, dan kendaraan lainnya mengalami kerusakan atau dibakar.
Sementara di Ghent, sebanyak 28 orang—18 di antaranya masih di bawah umur—ditangkap karena menyalakan kembang api secara ilegal dan melawan perintah aparat kepolisian.











