DUNIA
2 menit membaca
Muslim India protes perubahan pada undang-undang wakaf
Seorang anggota parlemen bersumpah bahwa aksi protes damai akan terus berlanjut hingga undang-undang tersebut dibatalkan.
00:00
Muslim India protes perubahan pada undang-undang wakaf
Umat Muslim India berpartisipasi dalam sebuah protes menentang Undang-Undang Wakaf yang baru-baru ini diberlakukan yang mengubah undang-undang yang mengatur wakaf tanah Muslim, di Hyderabad. /Foto: AP / AP

All India Muslim Personal Law Board, sebuah organisasi Muslim terkemuka di India, mengadakan protes besar-besaran di sebuah kota di India bagian selatan menentang perubahan terbaru pada undang-undang yang mengatur wakaf Islam.

Sekelompok besar orang berkumpul di Hyderabad pada hari Sabtu untuk memprotes perubahan tersebut. Puluhan petisi juga telah diajukan ke Mahkamah Agung.

Anggota parlemen India sekaligus Presiden All India Majlis-e-Ittehadul Muslimeen, Asaduddin Owaisi, menyebut protes tersebut sebagai "Menunjukkan persatuan yang luar biasa melawan Undang-Undang Amandemen Wakaf."

"Undang-undang ini harus dibatalkan karena bertentangan dengan semangat Konstitusi. Saya berterima kasih atas partisipasi para pemimpin dari banyak organisasi," tulisnya di X.

Owaisi juga menyampaikan dalam pidatonya kepada para demonstran bahwa hingga undang-undang tersebut dicabut, akan ada protes damai di seluruh negeri.

Undang-Undang yang 'tidak adil'

Parlemen baru-baru ini mengesahkan perubahan kontroversial pada undang-undang wakaf, yang memicu protes di berbagai bagian negara serta pertempuran hukum untuk membatalkan "undang-undang yang tidak adil" tersebut.

Pemerintah minggu ini meyakinkan pengadilan tertinggi negara bahwa non-Muslim tidak akan menjadi bagian dari dewan wakaf hingga sidang berikutnya di Mahkamah Agung pada bulan Mei.

RUU kontroversial tersebut disahkan oleh kedua majelis parlemen meskipun mendapat perlawanan tajam dari partai oposisi dan kelompok Muslim. Protes telah terjadi di beberapa wilayah menentang perubahan tersebut.

Setidaknya tiga orang tewas setelah kekerasan pecah di negara bagian Bengal Barat akibat perubahan undang-undang wakaf tersebut.

SUMBER:AA
Jelajahi
Indonesia lanjutkan diplomasi usai putusan parsial WTO atas sengketa asam lemak dengan Uni Eropa
Prabowo sampaikan duka di Kedubes Qatar atas wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani
Indonesia desak AS-Iran patuhi MoU Islamabad, hentikan eskalasi di Selat Hormuz
AS melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran
Serangan Rusia tewaskan dua orang di Kiev saat Moskow mengatakan telah menghantam fasilitas militer
Iran: Lebih dari 30 warga sipil dan 7 tentara tewas saat serangan AS hantam situs sipil dan militer
Lebih dari 500 orang Rohingya dikhawatirkan tewas setelah perahu terbalik di lepas pantai Myanmar
AS menyetujui hampir $2 miliar dalam penjualan senjata ke Arab Saudi
Argentina singkirkan Inggris 2-1, melaju ke final Piala Dunia hadapi Spanyol
Asap kebakaran hutan selimuti Toronto, kualitas udara lebih buruk dari New Delhi dan Kinshasa
Hadapi disrupsi digital, Indonesia jajaki strategi cetak talenta AI bareng India
Indonesia-Spanyol sepakat perkuat kerja sama film dan suarakan penyelamatan budaya Palestina
Serangan rudal dan drone menghantam Kuwait saat ketegangan AS-Iran semakin memanas
AS nilai Indonesia mitra penting untuk perkuat rantai pasok Indo-Pasifik
Nepal penjarakan mantan menteri atas skandal penipuan pemukiman pengungsi Bhutan
Dua dekade setelah invasi, militer AS mempersiapkan keluarnya akhir dari Irak
Spanyol melaju ke final Piala Dunia, kalahkan Prancis 2-0
‘Bukan aliansi militer dengan Indonesia’, tegas Australia soal Traktat Jakarta terbaru
Inggris dan Argentina siap bentrok di semifinal Piala Dunia, hidupkan kembali rivalitas legendaris
Spanyol bungkam Prancis 2-0 untuk melaju ke final Piala Dunia FIFA