Emas dunia tembus US$5.200, harga emas lokal hampir Rp3 juta per gram
Emas dan perak terus mencetak level historis seiring dolar AS merosot lebih dari 2,7 persen sepanjang pekan, menarik minat investor untuk memborong logam mulia.
Spot emas global naik sekitar 1,6 persen dibanding hari sebelumnya ke sekitar US$5.264,20 per ounce, setelah sempat mencapai rekor tertinggi US$5.271,45 per ounce. Harga ini jika dikonversi ke emas batangan lokal setara dengan hampir Rp3 juta per gram, menunjukkan minat investor terhadap logam mulia masih tetap tinggi.
Dalam 12 bulan terakhir, harga emas dunia melonjak tajam sekitar 90,5 persen dan naik sekitar 17 persen sejak awal tahun, didorong oleh gejolak ekonomi global dan ketegangan geopolitik yang terus berlangsung. Tren ini tercermin pula pada harga emas Antam yang masih melambung tinggi di pasar domestik.
Harga perak juga ikut menguat, naik sekitar 2,4 persen menjadi US$114,8 per ounce dan mencatat lonjakan lebih dari 277,6 persen dalam setahun terakhir, mempertegas permintaan terhadap logam mulia.
Pelaku pasar menyebut pelemahan dolar AS sebagai salah satu faktor utama yang mendorong reli emas dan perak. Tekanan pada mata uang AS membuat investor beralih ke aset safe haven seperti logam mulia.
Presiden AS Donald Trump menilai dolar yang lebih lemah bukanlah masalah besar, menyatakan bahwa nilai dolar saat ini “menarik” dalam konteks aktivitas ekonomi dan hubungan perdagangan dengan negara lain—meskipun komentar ini memicu perdebatan di pasar global.
Indeks dolar AS turun lebih dari 2,7 persen sepanjang pekan ini, bahkan sempat mencapai titik terendah dalam hampir empat tahun pada Selasa. Pelemahan ini semakin meningkatkan daya tarik emas sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Sementara itu, kekhawatiran atas perlambatan pasar tenaga kerja dan biaya hidup yang meningkat di AS membuat kepercayaan konsumen turun ke level terendah dalam lebih dari 11 setengah tahun pada Januari, menambah tekanan pada perekonomian global.
Trump juga menyatakan ia akan segera mengumumkan calon ketua Federal Reserve yang baru dan memperkirakan suku bunga akan turun setelah ketua baru menjabat, yang menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar.
Dalam pertemuan kebijakan moneter Januari yang sedang berlangsung, Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini, meskipun tekanan global terus mempengaruhi ekspektasi pasar.