Banjir dan longsor melanda tiga kecamatan di Kabupaten Tanah Datar, yakni Tanjung Emas, Padang Ganting, dan Lintau Buo. Dampak terparah terjadi di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengatakan luapan Sungai Batang Tampo yang berhulu di Gunung Sago memicu kerusakan di sejumlah wilayah tersebut.
Ia menyebut sedikitnya lima rumah dan lima jembatan hanyut akibat derasnya arus sungai. Selain itu, banjir juga merusak 67 rumah warga serta lebih dari 100 hektare lahan persawahan.
“Banjir mengakibatkan 67 rumah rusak, lima rumah dan lima jembatan hanyut, serta merusak lebih dari seratus hektare sawah masyarakat,” kata Eka Putra dikutip dari detikSumut, Rabu (13/5) malam.
Ia menegaskan pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan darurat berupa bahan makanan kepada warga terdampak. Aparat nagari bersama masyarakat juga disiagakan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi di lapangan.
Eka menyebut banjir kali ini menjadi kejadian besar yang belum pernah terjadi selama dirinya menjabat sebagai bupati. Menurutnya, curah hujan tinggi menjadi pemicu utama meluapnya sungai tersebut.
Pemerintah daerah juga akan melakukan penelusuran hingga ke wilayah hulu Sungai Batang Tampo untuk memastikan penyebab banjir secara menyeluruh.
Sementara itu, Wali Nagari Taluak, Pendi Aswil, mengatakan putusnya lima jembatan menyebabkan sejumlah warga sempat terisolasi.
Ia menambahkan, warga yang rumahnya hanyut saat ini mengungsi ke rumah kerabat masing-masing. Pemerintah nagari juga telah menyiapkan lokasi pengungsian di Kantor Wali Nagari Taluak sebagai langkah antisipasi.
“Kami siaga 24 jam memantau kondisi di lapangan. Jika situasi memburuk, seluruh fasilitas pengungsian sudah kami siapkan,” ujarnya.














