POLITIK
2 menit membaca
Zelenskyy: 55.000 tentara Ukraina gugur di medan perang
Pengumuman ini muncul saat laporan lembaga pemikir AS memperkirakan total korban militer dalam konflik dari kedua belah pihak bisa mencapai dua juta orang pada musim semi 2026.
Zelenskyy: 55.000 tentara Ukraina gugur di medan perang
Presiden Ukraina Zelenskyy mengatakan 55.000 tentara telah tewas dalam perang Rusia. / AA Archive

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan kepada saluran televisi France 2 TV bahwa jumlah tentara Ukraina yang tewas di medan perang diperkirakan mencapai 55.000 orang.

"Di Ukraina, secara resmi jumlah tentara yang gugur di medan perang —baik profesional maupun mereka yang wajib militer— adalah 55.000 orang," ujar Zelenskyy dalam wawancara rekaman yang disiarkan pada Rabu.

Dalam komentarnya yang diterjemahkan ke bahasa Prancis, ia menambahkan bahwa "sejumlah besar orang" secara resmi masih dinyatakan hilang.

Pengungkapan ini mencuat saat hampir dua juta personel militer dilaporkan tewas, terluka, atau hilang dalam perang tersebut, menurut studi oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Laporan tersebut menyatakan bahwa perang Rusia telah mengakibatkan sekitar 1,2 juta korban dari pihak Rusia dan antara 500.000 hingga 600.000 korban dari pihak Ukraina. CSIS memperkirakan bahwa pasukan Rusia telah menderita hingga 325.000 kematian sejak perang dimulai hampir empat tahun lalu.

Kehancuran yang meluas

Perang ini juga telah menelan korban sipil yang sangat mengerikan.

Pemantau PBB mencatat lebih banyak kematian warga sipil di Ukraina pada tahun 2025 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kecuali pada tahun 2022.

Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia menyatakan lebih dari 2.500 warga sipil tewas dan lebih dari 12.000 lainnya luka-luka sepanjang tahun 2025 saja, sembari memperingatkan bahwa angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.

Berbagai laporan telah mendokumentasikan kehancuran yang meluas di seluruh Ukraina, dengan kota-kota yang hancur menjadi puing-puing, infrastruktur energi yang berulang kali menjadi sasaran, dan jutaan orang terpaksa mengungsi.

Sebagian besar kawasan pemukiman, jaringan transportasi, dan fasilitas industri telah rusak atau hancur, yang memberikan tekanan berat pada ekonomi serta upaya rekonstruksi Ukraina.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Pelajaran dari tatanan dunia baru: Keamanan tidak dapat dibeli, tetapi harus dibangun
Prabowo teken Perpres rencana aksi nasional pencegahan ekstremisme 2026–2029
“Jumlah anggota Kongres kulit hitam dan Latino bisa berkurang” — pakar soroti Voting Rights Act AS
Apakah perang AS-Iran membawa Moskow dan Teheran lebih dekat ke aliansi militer?
Powell mundur sebagai ketua The Fed namun tetap menjabat sebagai gubernur
Serangan asam terhadap aktivis picu sorotan atas demokrasi di Indonesia
Siapa Cole Allen? — pria California yang diduga terlibat penembakan di acara Trump
Ketegangan di Selat Hormuz: Bagaimana konflik AS-Iran mengganggu pertemuan puncak Trump-Xi
Indonesia tegaskan politik bebas-aktif lewat kunjungan ke Rusia, Prancis, dan AS
Forum di era pergeseran: Bagaimana forum di Antalya mencari "kompas" geopolitik
Sanksi untuk Kuba, Iran, Irak: Apa yang diungkapkan tentang kekuatan koersif barat?
Kemlu kirim surat ke Kemhan soal izin udara militer AS, peringatkan konflik Laut China Selatan
Trump serang Paus Leo XIV di tengah meningkatnya ketegangan perang Iran
Elang atau merpati: Siapa saja negosiator kunci dalam pembicaraan Iran-AS di Islamabad?
Akankah gencatan senjata AS-Iran menjadi perdamaian yang jangka panjang?
'Utang 400 tahun': Langkah Ghana di PBB dan warisan kelam perdagangan budak Atlantik
Pemimpin junta Myanmar dinominasi jadi wakil presiden, bergerak menuju kekuasaan sipil
Bagaimana obsesi Netanyahu dengan kelangsungan politik memperburuk retakan internal Israel
Trump jeda di Iran: Jendela diplomasi atau hitung mundur eskalasi?
Ambang perang nuklir: Bisakah perang AS dan Israel terhadap Iran berubah menjadi perang atom?