ASIA
2 menit membaca
PM Jepang dukung rencana TSMC produksi chip canggih di tengah ketegangan dengan China
Tokyo menunjukkan dukungan politik yang kuat untuk produksi semikonduktor canggih di dalam negeri saat teknologi, keamanan, dan geopolitik saling bersinggungan.
PM Jepang dukung rencana TSMC produksi chip canggih di tengah ketegangan dengan China
Ketua TSMC CC Wei memperkenalkan sebuah buku yang ditulis oleh PM Jepang Takaichi selama pertemuan mereka di Tokyo pada tanggal 5 Februari 2026. / Reuters

Chief Executive Officer Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) menyampaikan kepada Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada hari Kamis bahwa perusahaan berencana untuk memproduksi massal semikonduktor menggunakan teknologi 3 nanometer di Prefektur Kumamoto. Langkah ini akan menjadi tonggak sejarah sebagai produksi pertama teknologi tersebut di Jepang.

Menurut laporan Kyodo News, Takaichi menyambut baik rencana tersebut dan menyebutnya sebagai peningkatan signifikan dari proposal awal TSMC yang semula menggunakan teknologi 6 nanometer. Ia pun menyuarakan dukungan penuh atas proyek tersebut dalam pertemuan di kantornya di Tokyo.

"Ini sangat menggembirakan. Saya ingin Anda melanjutkan apa yang telah diusulkan," ujar Takaichi kepada CEO TSMC, C.C. Wei, sembari menambahkan bahwa pemerintah akan "berdiskusi dan bekerja sama secara erat."

Pemerintah Jepang memandang produksi semikonduktor dalam negeri sebagai hal krusial bagi keamanan ekonomi. Selain TSMC, Jepang juga mendukung ventura cip lokal, Rapidus Corp., yang menargetkan produksi massal cip 2 nanometer mulai paruh kedua tahun 2027.

TerkaitTRT Indonesia - Jepang mengambil endapan tanah jarang laut untuk mengurangi ketergantungan pada China

Wei menjelaskan bahwa cip 3 nanometer tersebut akan diproduksi di pabrik kedua TSMC di Prefektur Kumamoto yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

"Teknologi 3 nanometer saat ini merupakan proses paling mutakhir yang digunakan oleh produk AI dan ponsel pintar," ungkap Wei di awal pertemuan yang terbuka untuk media tersebut.

Ia menambahkan bahwa proyek ini akan berkontribusi pada pertumbuhan regional dan membantu membangun fondasi bagi industri kecerdasan buatan (AI) di Jepang.

Semikonduktor yang dibuat dengan teknologi 3 nanometer menawarkan daya pemrosesan yang lebih tinggi serta efisiensi energi yang lebih baik. Teknologi ini dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari ponsel pintar canggih hingga kendaraan otonom (tanpa sopir).

Pabrik pertama TSMC di Kumamoto sendiri telah memulai produksi massal cip menggunakan teknologi 12 hingga 28 nanometer pada Desember 2024.

Ketegangan dengan China soal Taiwan

Pembicaraan tingkat tinggi ini terjadi di tengah renggangnya hubungan China-Jepang, menyusul pernyataan Takaichi pada November lalu bahwa potensi serangan China ke Taiwan dapat menimbulkan "situasi yang mengancam kelangsungan hidup" Jepang. Hal ini berpotensi memicu pembenaran bagi Jepang untuk menggunakan hak pertahanan diri kolektif.

Beijing mengkritik keras pernyataan tersebut dan kemudian mengimbau warga negaranya untuk tidak bepergian ke Jepang, sembari memberlakukan kembali larangan impor produk laut dari Jepang.

Bagi Tokyo, hubungan yang lebih erat dengan TSMC dipandang sebagai peluang ekonomi sekaligus strategi lindung nilai, di saat negara-negara besar di dunia berlomba mengamankan akses ke cip tercanggih yang menjadi penopang segala hal, mulai dari AI hingga pertahanan nasional.

TerkaitTRT Indonesia - China desak WN-nya di Jepang untuk tetap waspada di tengah laporan insiden kekerasan
SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Pertamina siagakan dua supertanker untuk jaga pasokan LPG nasional
Menkomdigi: 200 ribu anak terpapar judi online di Indonesia, 80 ribu diantaranya dibawah 10 tahun
Indonesia dorong kerja sama ASEAN hadapi perdagangan ilegal limbah
Perempuan Rohingya hadapi peningkatan kekerasan seksual di bawah Arakan Army Myanmar
Indonesia kaji ulang bebas visa ASEAN usai penggerebekan markas judi online di Jakarta
7 WNI tewas dalam kecelakaan kapal di perairan Malaysia, 7 masih hilang
Prabowo saksikan penyelamatan kekayaan negara Rp10,27 triliun dan 2,37 juta hektare kawasan hutan
Eks Mendikbud Nadiem dituntut 18 tahun penjara atas kasus pengadaan Chromebook
Satgas Kehutanan tangkap 7 WNA China terkait penambangan emas ilegal di Papua Tengah
Antisipasi Hantavirus: Pemerintah RI siagakan 51 balai karantina, perketat skrining kedatangan
Menkeu Purbaya targetkan ekonomi RI tumbuh di atas 5,5 persen hingga kuartal IV
14 WNI hilang usai kapal migran tenggelam di Perairan Malaysia
Banjir melanda delapan wilayah di Sulawesi Tenggara, 8.616 warga terdampak
TNI AU tingkatkan kemampuan perang siber hadapi ancaman digital modern
14 masih hilang usai kapal migran dari Indonesia tenggelam di perairan Malaysia
Misinformasi terkait vaksin picu lonjakan kasus campak di Indonesia
Gudang bahan kimia di Jakarta Barat terbakar, ledakan beruntun terdengar
Asia bersiap menghadapi gelombang kedua guncangan energi akibat perang Iran
TNI AL terima KRI Canopus-936, perluas kapasitas penyelamatan kapal selam
Ratifikasi kesepakatan berbagi minyak ASEAN ditargetkan rampung sebelum KTT ke-49