PM Jepang dukung rencana TSMC produksi chip canggih di tengah ketegangan dengan China
Tokyo menunjukkan dukungan politik yang kuat untuk produksi semikonduktor canggih di dalam negeri saat teknologi, keamanan, dan geopolitik saling bersinggungan.
Chief Executive Officer Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) menyampaikan kepada Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada hari Kamis bahwa perusahaan berencana untuk memproduksi massal semikonduktor menggunakan teknologi 3 nanometer di Prefektur Kumamoto. Langkah ini akan menjadi tonggak sejarah sebagai produksi pertama teknologi tersebut di Jepang.
Menurut laporan Kyodo News, Takaichi menyambut baik rencana tersebut dan menyebutnya sebagai peningkatan signifikan dari proposal awal TSMC yang semula menggunakan teknologi 6 nanometer. Ia pun menyuarakan dukungan penuh atas proyek tersebut dalam pertemuan di kantornya di Tokyo.
"Ini sangat menggembirakan. Saya ingin Anda melanjutkan apa yang telah diusulkan," ujar Takaichi kepada CEO TSMC, C.C. Wei, sembari menambahkan bahwa pemerintah akan "berdiskusi dan bekerja sama secara erat."
Pemerintah Jepang memandang produksi semikonduktor dalam negeri sebagai hal krusial bagi keamanan ekonomi. Selain TSMC, Jepang juga mendukung ventura cip lokal, Rapidus Corp., yang menargetkan produksi massal cip 2 nanometer mulai paruh kedua tahun 2027.
Wei menjelaskan bahwa cip 3 nanometer tersebut akan diproduksi di pabrik kedua TSMC di Prefektur Kumamoto yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.
"Teknologi 3 nanometer saat ini merupakan proses paling mutakhir yang digunakan oleh produk AI dan ponsel pintar," ungkap Wei di awal pertemuan yang terbuka untuk media tersebut.
Ia menambahkan bahwa proyek ini akan berkontribusi pada pertumbuhan regional dan membantu membangun fondasi bagi industri kecerdasan buatan (AI) di Jepang.
Semikonduktor yang dibuat dengan teknologi 3 nanometer menawarkan daya pemrosesan yang lebih tinggi serta efisiensi energi yang lebih baik. Teknologi ini dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari ponsel pintar canggih hingga kendaraan otonom (tanpa sopir).
Pabrik pertama TSMC di Kumamoto sendiri telah memulai produksi massal cip menggunakan teknologi 12 hingga 28 nanometer pada Desember 2024.
Ketegangan dengan China soal Taiwan
Pembicaraan tingkat tinggi ini terjadi di tengah renggangnya hubungan China-Jepang, menyusul pernyataan Takaichi pada November lalu bahwa potensi serangan China ke Taiwan dapat menimbulkan "situasi yang mengancam kelangsungan hidup" Jepang. Hal ini berpotensi memicu pembenaran bagi Jepang untuk menggunakan hak pertahanan diri kolektif.
Beijing mengkritik keras pernyataan tersebut dan kemudian mengimbau warga negaranya untuk tidak bepergian ke Jepang, sembari memberlakukan kembali larangan impor produk laut dari Jepang.
Bagi Tokyo, hubungan yang lebih erat dengan TSMC dipandang sebagai peluang ekonomi sekaligus strategi lindung nilai, di saat negara-negara besar di dunia berlomba mengamankan akses ke cip tercanggih yang menjadi penopang segala hal, mulai dari AI hingga pertahanan nasional.