TÜRKİYE
2 menit membaca
Surat kabar The Daily Telegraph menghapus berita palsu tentang Erdogan
Outlet Inggris menarik laporan yang menghubungkan pernyataan provokatif dengan Presiden Türkiye setelah editor mereka sendiri mengakui bahwa kutipan tersebut "lama atau sepenuhnya dibuat-buat."
Surat kabar The Daily Telegraph menghapus berita palsu tentang Erdogan
Presiden Erdogan berulang kali menyoroti bias media Barat. / AP

The Daily Telegraph telah menarik sebuah artikel yang keliru mengaitkan pernyataan provokatif kepada Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan, setelah pemimpin redaksi surat kabar itu mengakui kutipan-kutipan tersebut "lama atau sepenuhnya dibuat-buat."

Artikel itu, yang diterbitkan pada Sabtu 12 April, mengklaim bahwa Erdogan mengancam akan menginvasi Israel, dengan mengutip pernyataan-pеrnyataan palsu yang diduga dibuat pada sebuah acara politik.

Laporan tersebut mengutip presiden Türkiye mengatakan, "Sama seperti kami masuk ke Libya dan Karabakh, kami bisa masuk ke Israel", pernyataan yang tidak pernah dibuat.

Pemimpin redaksi Telegraph, Paul Nuki, mengeluarkan pernyataan singkat yang mengakui kesalahan tersebut. "Halo, kami telah menarik cerita itu. Kutipan-kutipannya tampaknya lama atau sepenuhnya dibuat-buat. Maaf," tulis Nuki di media sosial.

Isu ini memicu pertanyaan baru tentang standar editorial di salah satu surat kabar tertua di Inggris. Laporan itu diterbitkan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah pasca gencatan senjata yang rapuh, periode ketika informasi keliru tentang aktor-aktor regional dapat membawa konsekuensi serius.

Ada pola di mana beberapa media Barat salah menggambarkan posisi kebijakan luar negeri Türkiye dan mendistorsikan pernyataan pejabat Türkiye.

Ankara berulang kali menyerukan kepada organisasi media internasional untuk menjunjung standar jurnalisme dasar saat meliput urusan Türkiye, memperingatkan bahwa laporan yang dibuat-buat atau di luar konteks memicu sentimen anti-Türkiye dan merusak upaya diplomatik di wilayah yang mudah berubah.

The Telegraph belum mengeluarkan koreksi resmi selain unggahan singkat Nuki di media sosial.

SUMBER:TRT World