Tentara Israel menghancurkan gedung sekolah negeri di kota selatan Lebanon, Khiam, dalam pelanggaran baru terhadap gencatan senjata sementara, lapor media Lebanon pada Selasa.
Badan berita milik negara, National News Agency, mengatakan pasukan Israel memasang bahan peledak di gedung itu dan meledakkannya semalam, sehingga bangunan tersebut rata sepenuhnya.
Tidak ada komentar segera dari tentara Israel mengenai insiden tersebut.
Sejak 2 Maret, Israel melancarkan ofensif di Lebanon yang telah menewaskan sekitar 2.300 orang, melukai lebih dari 7.500, dan menggusur lebih dari 1 juta orang, menurut otoritas Lebanon.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Kamis sebuah gencatan senjata 10 hari di Lebanon setelah melakukan pembicaraan dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.













