Wisatawan asal Spanyol dan tiga anaknya hilang usai kapal wisata tenggelam di Labuan Bajo
Sebuah kapal wisata yang membawa wisatawan asing tenggelam di perairan sekitar Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kapal tersebut tenggelam pada Jumat malam saat melintas di Selat Pulau Padar, salah satu jalur wisata populer di kawasan Taman Nasional Komodo. Berdasarkan laporan, kapal membawa 11 orang yang terdiri dari wisatawan dan kru.
Sebanyak tujuh orang berhasil diselamatkan, yakni istri korban beserta satu anak perempuan mereka, empat awak kapal, dan seorang pemandu wisata. Sementara itu, empat penumpang lainnya—seorang ayah bersama dua anak laki-laki dan satu anak perempuan—masih dalam pencarian.
Koordinator misi pencarian, Fathur Rahman, menyatakan tim SAR telah menemukan sejumlah puing dan bagian lambung kapal di sekitar lokasi kejadian. Namun, proses pencarian terkendala cuaca buruk dan kondisi laut yang tidak bersahabat.
“Arus laut cukup kuat dengan tinggi gelombang mencapai sekitar 1,5 meter, sehingga menyulitkan upaya pencarian,” kata Fathur Rahman.
Akibat cuaca ekstrem, Pulau Padar sementara ditutup untuk kunjungan wisata. Otoritas pelabuhan Labuan Bajo menyebut kapal tenggelam akibat gelombang tinggi yang mencapai hingga tiga meter.
“Kondisi gelombang tinggi membuat proses pencarian awal menjadi sulit,” ujar Kepala Otoritas Pelabuhan Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto.
Rekaman video yang dirilis Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperlihatkan petugas mengevakuasi korban selamat dari perahu karet ke daratan.
Video lainnya menunjukkan penumpang mengenakan pelampung di atas kapal penyelamat yang beroperasi di tengah gelombang laut pada malam hari.