Sejumlah upaya diplomasi dilaporkan tengah berjalan di balik layar untuk meredakan ketegangan dalam konflik AS-Iran, demikian dilaporkan CNN pada Jumat, mengutip pernyataan beberapa pejabat AS.
Seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa pihaknya sengaja melancarkan serangan lalu menjedanya untuk menghindari eskalasi yang lebih luas, sekaligus memberikan ruang bagi diplomasi. Meski demikian, AS tetap mempertahankan daftar target serangan sebagai nilai tawar.
Sejumlah pejabat juga menyebutkan bahwa persiapan untuk potensi serangan AS pada Jumat malam telah disiagakan jika diperlukan. Namun, untuk saat ini, jalur diplomasi tetap menjadi prioritas utama.
Sebelumnya hari ini, di atas kapal induk USS Abraham Lincoln yang berada di Laut Arab, kru penerbangan tampak mempersenjatai jet tempur, sementara para pilot melakukan latihan simulasi untuk mempersiapkan misi serangan potensial.
Kapten kapal induk tersebut telah menginformasikan kepada ribuan pelaut di atas kapal bahwa ketegangan regional tengah meningkat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesiapan tempur, yang merupakan bagian dari prosedur standar.
Di samping persiapan serangan, para pilot jet tempur juga terus menjalankan operasi pertahanan rutin dengan meluncurkan misi penerbangan mendadak (sortie) sepanjang siang dan malam.
Para pejabat AS menyatakan bahwa klaim Iran mengenai adanya serangan tambahan dari pihak AS adalah tidak akurat. Kendati demikian, situasi di lapangan masih sangat dinamis dan serangan dapat kembali dilanjutkan sewaktu-waktu jika diperlukan.












