DUNIA
2 menit membaca
Indonesia–Inggris dorong pembangunan rendah karbon di Bengkulu
Indonesia dan Inggris menggelar Policy Dialog di Bengkulu untuk mempercepat implementasi pembangunan rendah karbon dan tangguh iklim melalui kolaborasi lintas sektor dan integrasi ke perencanaan daerah.
Indonesia–Inggris dorong pembangunan rendah karbon di Bengkulu
Dialog Kebijakan Tingkat Provinsi Bengkulu. Foto: Bappenas
27 Februari 2026

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas, Leonardo A. A. Teguh Sambodo, menyatakan forum tersebut menjadi ruang untuk menyelaraskan agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya program Low Carbon and Climate Resilient Development (PRKBI).

Menurutnya, sinergi diperlukan antara pemerintah pusat, daerah, legislatif, sektor swasta, dan masyarakat sipil agar target nasional dan kesiapan daerah berjalan sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.

Bengkulu menjadi salah satu dari empat provinsi percontohan implementasi subnasional PRKBI, bersama Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Maluku. Dengan kekayaan sumber daya alam, daerah ini dinilai memiliki potensi besar mendukung transisi rendah karbon.

Data sektor kehutanan dan penggunaan lahan (AFOLU) menunjukkan Bengkulu memiliki kawasan hutan seluas 928.863 hektare yang berfungsi sebagai penyerap karbon. Dari jumlah itu, 49,58 persen merupakan hutan konservasi dan 27,8 persen hutan lindung yang perlu dijaga keberlanjutannya.

Tantangan dan integrasi ke perencanaan daerah

Meski berpotensi besar, Bengkulu menghadapi tantangan seperti abrasi pantai dan dampak krisis iklim. Integrasi PRKBI ke dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD, rencana strategis, dan APBD dinilai penting untuk memastikan implementasi yang berkelanjutan.

Pemerintah mendorong penguatan kerja sama seluruh pemangku kepentingan agar potensi energi terbarukan dan tata kelola daerah dapat dimaksimalkan.

Leonardo menegaskan Bengkulu memiliki modal kuat berupa sumber daya alam, potensi energi terbarukan, serta visi kebijakan yang jelas. Ia mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi agar manfaat program rendah karbon dapat dirasakan masyarakat dan generasi mendatang.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dorong pengembangan karbon biru dalam strategi iklim COP31
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Serangan ke Iran terjadi di tengah negosiasi nuklir. Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Trump sebut AS telah meluncurkan 'operasi tempur besar' di Iran
Dunia di ambang ketegangan saat AS dan Israel menyerang Iran
Kapal induk terbesar di dunia mencapai pantai Israel di tengah penguatan militer AS
Partai penguasa Jepang setujui rencana untuk perkuat intelijen di tengah reformasi pertahanan
Beijing menyerukan gencatan senjata antara Afghanistan dan Pakistan
Perusahaan AI Anthropic tolak permintaan Pentagon untuk melonggarkan pengamanan
Iran menawarkan untuk menjadi mediator saat bentrokan antara Pakistan-Afghanistan semakin memanas
Netflix mundur, Paramount bersiap untuk mengambil alih Warner Bros.
Filipina, AS, Jepang gelar latihan udara gabungan perdana di Selat Bashi
Pakistan serang ibu kota Afghanistan, provinsi lainnya saat PBB menyerukan penahanan diri
Indonesia–UEA sepakati peningkatan investasi dan infrastruktur
Korupsi energi senilai $17 miliar, 9 terdakwa Pertamina dijatuhi vonis berat
Mantan PM Australia sebut saatnya untuk keluar monarki Inggris, mempertanyakan pakta pertahanan
Indonesia targetkan kirim 500.000 tenaga kerja terampil ke luar negeri pada 2026
Sejumlah warga Mesir hilang setelah kapal migran terbalik di lepas pantai Yunani
Galatasaray gagalkan kebangkitan Juventus, melaju ke babak 16 besar Liga Champions
Mantan pilot Angkatan Udara AS ditangkap karena diduga latih militer China
Prabowo tiba di Abu Dhabi, Indonesia–UEA perkuat kemitraan strategis multisektor
Ancaman ekspansionis Amerika telah memperkuat dorongan Eropa untuk kedaulatan teknologi