Indonesia kembali menegaskan perannya dalam ekosistem antariksa internasional setelah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), melalui Stasiun Bumi Rancabungur, memberikan dukungan teknis pada peluncuran roket LVM3-M6/Bluebird Mission Blok 2 milik Indian Space Research Organisation (ISRO).
Wakil Ketua Tim Pelaksana Tracking Roket LVM3-M6, Ade Purwanto, mengatakan dukungan tersebut bersifat krusial dan tidak mentoleransi kesalahan. Ia menyebut seluruh sistem berjalan sesuai rencana tanpa kehilangan data.
“Seluruh sistem berfungsi dengan baik dan kerja sama Indonesia–India dalam tracking peluncuran ini berhasil,” ujarnya.
Peluncuran LVM3-M6 merupakan salah satu misi penting ISRO yang memerlukan dukungan lintas stasiun bumi untuk memastikan proses Tracking, Telemetry, and Command (TT&C) berjalan optimal, terutama pada fase awal peluncuran.
Dalam misi ini, Stasiun Bumi Rancabungur berkontribusi pada pemantauan parameter penerbangan roket dan transmisi data secara real time.
BRIN akan terus mengevaluasi dan meningkatkan fasilitas stasiun bumi, baik dari sisi teknologi maupun tata kelola operasional. Dukungan pada peluncuran LVM3-M6 disebut akan menjadi rujukan utama dalam perancangan peningkatan kapasitas guna menopang lebih banyak misi internasional.
“Capaian ini menunjukkan Indonesia memiliki infrastruktur, sumber daya manusia, dan komitmen untuk berperan aktif dalam misi antariksa global,” ujar Ade, menutup pernyataannya.
Keberhasilan ini memperkuat kerjasama keantariksaan jangka panjang Indonesia dan India yang telah terjalin sejak era LAPAN dan berlanjut di bawah BRIN.
Direktur ISRO’s Telemetry, Tracking and Command Network (ISTRAC), Dr. A. K. Anil Kumar, menyebut kolaborasi dengan Indonesia memberikan “keuntungan strategis” dan membuka peluang perluasan kerja sama di masa depan.












