Pemerintah Australia mengirimkan dua pesawat dan 20 personel untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur. Bantuan tersebut mencakup pesawat Hercules C-130 untuk mendukung pemadaman melalui udara.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Hercules C-130 diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis (5/11). Pengerahan ini merupakan hasil koordinasi BNPB dengan tim teknis New South Wales Rural Fire Service (NSW RFS) Australia.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan Kalimantan Timur menjadi salah satu prioritas karena masih memiliki banyak titik api. Berdasarkan pemantauan, provinsi tersebut mencatat jumlah titik api terbanyak kedua setelah Kalimantan Tengah.
"Hasil pengamatan dan observasi kami serta diskusi dengan tim teknis Australia. Ini menunjukkan di Kalimantan Timur masih terdapat banyak titik api," ujar Kristomei.
Laporan harian Direktorat Koordinasi Operasi BNPB per 4 November 2026 pukul 18.00 WIB mencatat luas lahan yang ditangani akibat karhutla di Kalimantan Timur meningkat 53 persen.
BNPB menggunakan Hercules C-130 karena pesawat tersebut mampu membawa hingga 15.000 liter air dalam satu penerbangan. Pemerintah menargetkan distribusi air mencapai 100.000 liter per hari untuk mendukung pemadaman di wilayah terdampak.
Operasi pemadaman udara
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Bruce Brazier, menghadiri pelepasan armada bersama jajaran BNPB. Selain Hercules C-130, Australia mengirimkan pesawat Cessna Citation sebagai pemandu dan 20 personel yang terdiri atas pilot, kru penerbangan, serta paramedis. Operasi dijadwalkan berlangsung pada 6–12 November 2026.
Indonesia tengah menghadapi kebakaran hutan paling intens dalam 11 tahun terakhir, terutama di Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Nusantara Atlas memperkirakan lebih dari 1,9 juta hektare lahan terbakar selama sembilan bulan pertama 2026. Asap kebakaran juga memicu lebih dari 400.000 kasus ISPA di tujuh provinsi hingga 2 November.
Sebelumnya, Jepang mengerahkan sekitar 350 personel dan tiga helikopter untuk membantu pemadaman di Kalimantan Barat pada September.
Bantuan Australia tiba sehari setelah helikopter pemadam kebakaran jatuh di Kalimantan Tengah pada Rabu (4/11), menewaskan tiga awak dan melukai beberapa orang lainnya. Helikopter yang membawa delapan awak tersebut mengalami kecelakaan saat mengambil air untuk pemadaman.























