Korea Selatan akan ikut pertemuan keamanan Selat Hormuz usai serangan kapal kargo
KONFLIK ISRAEL-IRAN
2 menit membaca
Korea Selatan akan ikut pertemuan keamanan Selat Hormuz usai serangan kapal kargoSeoul menyebut serangan terhadap kapal sipil “tidak dapat dibenarkan atau ditoleransi” dan berjanji akan mengambil langkah yang diperlukan setelah analisis lanjutan selesai.
ARSIP: Perusahaan pelayaran Korea Selatan HMM mengonfirmasi bahwa kapal tersebut terbakar dan terdampar di Selat Hormuz pada 4 Mei. / Reuters

Korea Selatan akan berpartisipasi dalam pertemuan tingkat menteri pertahanan multinasional terkait keamanan di Selat Hormuz pada Selasa, menyusul serangan terhadap kapal kargo yang dioperasikan Korea Selatan di jalur perairan strategis tersebut, lapor media lokal mengutip pejabat pemerintah.

Mayjen Woo Kyung-suk, Direktur Jenderal Perencanaan Kebijakan Kementerian Pertahanan, akan menghadiri pertemuan virtual yang dipimpin bersama oleh Inggris dan Prancis, menurut Yonhap News Agency.

Lebih dari 40 negara diperkirakan akan bergabung dalam konferensi tingkat tinggi pertama yang berfokus pada koordinasi upaya keamanan maritim di selat tersebut.

Pembicaraan ini berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional setelah konflik AS–Iran mengganggu jalur pelayaran di wilayah penting tersebut, yang menjadi jalur utama pasokan energi dan pupuk global.

Seoul baru-baru ini menyimpulkan bahwa ledakan dan kebakaran di kapal kargo HMM Namu pada 4 Mei disebabkan oleh dua objek udara yang tidak teridentifikasi.

Korea Selatan mengecam keras serangan tersebut dan berjanji melakukan penyelidikan penuh untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab.

Penasihat Keamanan Nasional Wi Sung-lac pada Senin mengatakan bahwa serangan terhadap kapal sipil “tidak dapat dibenarkan atau ditoleransi”, dan pemerintah akan mengambil langkah yang diperlukan setelah analisis lebih lanjut selesai.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengklaim bahwa Iran “melakukan beberapa serangan” terhadap HMM Namu dan target lainnya, namun Kedutaan Besar Iran di Seoul menegaskan bahwa Teheran “dengan tegas dan kategoris” membantah keterlibatan militernya dalam insiden tersebut.

Kapal tersebut membawa 24 awak, termasuk enam warga Korea Selatan, dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

TerkaitTRT Indonesia - Korea Selatan akan selidiki soal kebakaran kapalnya di Hormuz, Trump tuduh keterlibatan Iran
SUMBER:TRT World & Agencies