Serangan udara Israel yang menargetkan beberapa wilayah di seluruh Lebanon sejak Rabu pagi telah menewaskan 16 orang dan melukai 26 lainnya, menurut laporan media.
Pesawat Israel juga menyerang sebuah apartemen hunian di kawasan Aicha Bakkar di ibu kota Beirut, meskipun jumlah korban dari serangan itu belum jelas, kata Agen Berita Nasional Lebanon (NNA).
Menurut lembaga itu, tiga orang, termasuk seorang petugas medis, tewas dalam serangan Israel di kota Hanouiyeh di distrik Tyre di Lebanon selatan.
Satu orang tewas dan dua lainnya luka-luka dalam serangan di Zellaya di daerah Bekaa Barat di Lebanon timur, sementara satu orang lagi tewas dan delapan lainnya luka-luka dalam pengeboman Israel di Al-Housh di distrik Tyre.
Di kota Qana di distrik yang sama, serangan udara Israel berturut-turut menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, kata NNA.
Enam orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka dalam serangan Israel di Chehabiyeh di Tyre, menurut Al-Manar TV yang terkait dengan Hezbollah.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan empat orang terluka dalam serangan Israel di kota Tebnine di distrik Bint Jbeil di Lebanon selatan.
Serangan udara Israel telah menewaskan hampir 570 orang dan menyebabkan ribuan orang mengungsi di seluruh Lebanon sejak 2 Maret.
Eskalasinya terjadi setelah Israel dan AS melancarkan perang bersama terhadap Iran, menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset militer AS.














