Malaysia dan Brunei Darussalam resmi sepakat membawa isu kabut asap lintas batas (transboundary haze) akibat karhutla di Kalimantan ke tingkat ASEAN. Langkah ini diambil menyusul memburuknya kualitas udara di kawasan Borneo hingga masuk kategori tidak sehat.
PM Anwar Ibrahim telah menginstruksikan Menlu Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan memimpin diplomasi ini, sementara Kementerian NRES Malaysia akan segera bersurat resmi ke Sekretariat ASEAN.
Berdasarkan data APIMS Malaysia, sejumlah wilayah di Sarawak mencatat Indeks Pencemaran Udara (API) level tidak sehat:
Serian: 190
Kuching: 182
Samarahan: 177
Sri Aman & Sarikei: 173
Merespons hal tersebut, Mensesneg RI Prasetyo Hadi menyatakan telah ada komunikasi informal antarmenteri luar negeri untuk menindaklanjuti penanganan karhutla di Kalimantan.






















