Operasi SAR Cisarua temukan 99 bodypack, Mensos salurkan santunan untuk keluarga Marinir

Operasi SAR gabungan di lokasi bencana longsor di Cisarua mulai beralih ke fase transisi dan pemulihan pascabencana.

By
ARSIP: Kerabat korban menangis usai tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, 27/1/2026. / Reuters

Tim pencarian Indonesia menemukan lima bodypack tambahan pada hari ke-17 operasi evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Senin (9/2).

Temuan terbaru ini menaikkan total bodypack yang telah dievakuasi dan diserahkan ke Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat menjadi 99 unit, seiring beralihnya operasi ke fase transisi dan pemulihan pascabencana.

Dari 79 bodypack yang telah diproses sebelumnya, 76 korban berhasil diidentifikasi, sementara 14 lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. 

“Hari ini kami mengevakuasi lima bodypack. Total yang telah diserahkan ke DVI mencapai 99,” kata Koordinator Misi SAR, Ade Dian Permana.

Operasi hari ke-17 melibatkan 862 personel dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta unsur SAR lainnya, didukung sembilan alat berat dan 10 anjing pelacak K-9. 

Basarnas juga menyerahkan barang-barang milik korban yang ditemukan kepada pemerintah desa untuk diteruskan kepada keluarga. Meski jumlah personel disesuaikan pada fase pemulihan, pola operasi diatur agar pencarian tetap efektif tanpa mengabaikan keselamatan tim.

Santunan sosial senilai Rp345 juta untuk Marinir

Sementara itu, pemerintah menyalurkan santunan kepada keluarga prajurit Korps Marinir yang menjadi korban longsor tersebut. Kementerian Sosial memberikan bantuan Rp15 juta per keluarga kepada 23 keluarga korban—total sekitar Rp345 juta—sebagai bagian dari skema nasional bantuan pascabencana. 

“Sesuai arahan Presiden, negara hadir memberikan tali asih kepada keluarga yang terdampak,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat penyerahan bantuan di Markas Korps Marinir, Jakarta.

Sebanyak 23 prajurit Marinir tertimbun longsor saat menjalani latihan persiapan penugasan pengamanan perbatasan Indonesia–Papua Nugini. 

Hingga kini, dari 23 prajurit yang menjadi korban, lima jenazah masih belum ditemukan oleh tim SAR gabungan. 

Pemerintah juga menyiapkan asesmen lanjutan untuk menentukan dukungan berikutnya, termasuk bantuan usaha, akses pendidikan anak, dan pelatihan keterampilan bagi keluarga yang ditinggalkan.