Pemerintah mencermati perkembangan keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai semakin tidak menentu. Dengan mempertimbangkan keselamatan jamaah, Kemenhaj mengimbau calon jamaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda perjalanan hingga kondisi kembali kondusif.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan langkah ini merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan warga negara.
“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil di Jakarta, Minggu (1/3).
Pemerintah juga meminta seluruh jamaah yang saat ini berada di Arab Saudi dan keluarga mereka di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik. Kemenhaj bersama Kementerian Luar Negeri RI terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk memastikan penanganan bagi jamaah yang mengalami penundaan.
“Kami terus berkoordinasi agar jamaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat lain yang aman dan layak,” tambah Dahnil.
Selain itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum diverifikasi. Selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah dinilai penting agar tidak menimbulkan keresahan.
Terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, pemerintah memastikan persiapan hingga saat ini berjalan normal. Semua tahapan perencanaan dan koordinasi tetap sesuai jadwal.
“Kami berharap kondisi segera normal dan semua pihak dapat menahan diri. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jamaah,” tutup Wamenhaj.
Kemenhaj menegaskan komitmennya untuk terus memberikan informasi terkini dan memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh jamaah.









