BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Surplus dagang meleset dari perkiraan, inflasi Desember meningkat
Kinerja perdagangan Indonesia masih mencatat surplus pada November 2025, namun nilainya di bawah ekspektasi pasar. Pada saat yang sama, inflasi Desember meningkat ke level tertinggi dalam 20 bulan terakhir.
Surplus dagang meleset dari perkiraan, inflasi Desember meningkat
Neraca Perdagangan Indonesia Berlanjut Surplus. / AP

Surplus neraca perdagangan pada November 2025 tercatat sebesar US$2,66 miliar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Oktober yang mencapai US$2,39 miliar, tetapi masih berada di bawah proyeksi pasar sebesar US$3,06 miliar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus perdagangan masih terjaga sepanjang periode Januari hingga November 2025.

Pada awal tahun, kinerja ekspor sempat menguat seiring percepatan pengiriman barang oleh pelaku industri untuk mengantisipasi penerapan tarif Amerika Serikat sejak Agustus.

Namun, tren tersebut mulai melemah dalam beberapa bulan terakhir. Pada November, nilai ekspor tercatat turun 6,60 persen secara tahunan menjadi US$22,52 miliar. Penurunan ini jauh lebih dalam dibandingkan perkiraan analis yang hanya memprediksi kontraksi sebesar 0,53 persen.

BPS menyebutkan, pelemahan ekspor terutama dipicu turunnya nilai pengiriman sejumlah komoditas unggulan, seperti batu bara, minyak kelapa sawit, logam nikel, dan tembaga.

Sementara itu, nilai impor pada November tercatat sebesar US$19,86 miliar, atau naik tipis 0,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini lebih rendah dari perkiraan pasar yang memproyeksikan pertumbuhan impor sebesar 3,2 persen.

Ekonom Permata Bank Faisal Rachman menilai surplus perdagangan masih akan berlanjut, meskipun dengan kecenderungan menyempit. “Pertumbuhan impor diperkirakan akan melampaui ekspor, seiring dengan arah kebijakan pemerintah yang semakin pro-pertumbuhan,” ujarnya kepada Reuters.

Di tengah ketidakpastian global, pemerintah terus berupaya memperluas pasar ekspor di luar Amerika Serikat.

Perundingan perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa telah dirampungkan, sementara kesepakatan dagang dengan Uni Ekonomi Eurasia yang dipimpin Rusia juga telah ditandatangani. Pemerintah menargetkan kesepakatan tarif dengan AS dapat tercapai hingga akhir bulan ini.

Dari sisi domestik, tekanan harga menunjukkan peningkatan. Inflasi tahunan pada Desember tercatat sebesar 2,92 persen, melampaui perkiraan median analis sebesar 2,73 persen. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harga emas dan sejumlah bahan pangan, serta terganggunya distribusi akibat banjir dan longsor di wilayah Sumatra bagian utara.

Meski menjadi yang tertinggi sejak April 2024, inflasi Desember masih berada dalam kisaran target bank sentral sebesar 1,5 hingga 3,5 persen. Inflasi inti tercatat sebesar 2,38 persen, sedikit di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan 2,40 persen.

Faisal menambahkan, inflasi yang masih terkendali memberi ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

TerkaitTRT Indonesia - Inflasi Desember 2025 tercatat 2,92 persen, Aceh jadi yang tertinggi
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Indonesia perluas kemitraan energi dengan Nigeria dan Angola
Indonesia-Kanada perkuat perdagangan dan investasi lewat ICA-CEPA
Bank Indonesia: Utang luar negeri Indonesia capai $454,8 miliar pada Juli 2026
Indonesia dan India perkuat kerja sama telekomunikasi hingga teknologi 6G
Grab akuisisi saham mayoritas Atome Financial senilai Rp26,36 triliun
Indonesia bangun pusat bioetanol di Lampung, target produksi komersial 60 ribu kiloliter
Indonesia dan Bulgaria perkuat kerja sama perdagangan dan investasi
Indonesia jajaki PTA dengan Mercosur demi rintis jalan menuju CEPA
Pasar stabil meski pergantian mendadak Menkeu, Suahasil tegaskan jaga kredibilitas APBN
AS resmi tetapkan bea masuk tinggi untuk impor panel surya dari Indonesia
Indonesia dan China percepat kerja sama energi baru, ekspansi dari PLTS hingga manufaktur
Indonesia dan AS dorong kerja sama ekonomi kreatif jelang WCCE 2026
Kadin buka peluang investasi Swedia di Indonesia, soroti IEU-CEPA dan OECD
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak, ICP Indonesia jadi $89,43 per barel
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun
Indonesia dan Australia mulai evaluasi total perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA
Pemerintah perluas inklusi keuangan melalui penyediaan rekening bagi masyarakat