ASIA
2 menit membaca
Aktivitas vulkanik Semeru kembali meningkat, kolom abu capai 1,2 kilometer
Otoritas vulkanologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat. Warga diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi.
Aktivitas vulkanik Semeru kembali meningkat, kolom abu capai 1,2 kilometer
Status aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini masih berada di Level III atau Siaga. / Dok. Magma ESDM

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami serangkaian erupsi pada Jumat (8/5), dengan tinggi kolom abu mencapai hingga 1,2 kilometer di atas puncak. Aktivitas vulkanik yang masih tinggi membuat otoritas setempat memperingatkan warga untuk menjauhi sejumlah zona rawan di sekitar gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, sejak pukul 00.00 hingga 09.00 WIB tercatat lima kali letusan. Tiga di antaranya terpantau secara visual dengan tinggi kolom abu berkisar antara 900 meter hingga 1.200 meter.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Jumat, 8 Mei 2026 pukul 05.21 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 1.200 meter di atas puncak,” ujar petugas PPGA Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulisnya.

Sebelumnya, erupsi pertama terjadi pada pukul 00.39 WIB, disusul letusan kedua pada pukul 00.52 WIB. Visual letusan pada dua kejadian awal itu tidak teramati. Semeru kembali meletus pada pukul 06.09 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 900 meter ke arah utara, sebelum erupsi berikutnya pada pukul 07.50 WIB memuntahkan abu setinggi sekitar 1 kilometer dengan intensitas tebal ke arah utara.

Status aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini masih berada di Level III atau Siaga.

Otoritas vulkanologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat. Warga diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau menjauhi area sejauh 500 meter dari bantaran sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Petugas juga melarang aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah Semeru akibat ancaman lontaran batu pijar. Peringatan juga berlaku untuk sungai-sungai kecil yang terhubung dengan aliran Besuk Kobokan, mengingat tingginya potensi banjir lahar saat musim hujan masih berlangsung di kawasan tersebut.

TerkaitTRT Indonesia - Gunung Semeru tiga kali erupsi, kolom abu capai 800 meter


SUMBER:TRT Indonesia